Blue Bird Habiskan Rp 50 Miliar untuk Alat Navigasi

Kompas.com - 08/12/2011, 11:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Blue Bird melengkapi semua armada taksi di area Jadetabek dengan perangkat navigasi global positioning system (GPS). Alat tersebut akan membantu pengemudi dalam menemukan posisi calon penumpang saat memesan melalui perangkat ponsel pintar (smartphone).

Vice President Business Development Blue Bird Group, Noni Purnomo, menjelaskan, perusahaan berani berinvestasi untuk melengkapi armadanya dengan GPS agar ada interaksi dari calon penumpang dan pengemudi. Biasanya calon penumpang selalu marah apabila taksi yang dipesannya tidak kunjung datang.

"Harga satu GPS per taksi sekitar 700 dollar AS hingga 1.200 dollar AS," ujar Noni di Jakarta, Rabu (7/12/2011). Harga satu GPS tersebut memang cukup mahal karena sudah dilengkapi fitur terkini dalam pencarian titik koordinat tertentu.

Dalam hal ini, pengemudi akan mencari calon penumpang yang telah memesan taksinya melalui ponsel pintar. Baik pengemudi maupun calon penumpang akan sama-sama tahu lokasi taksi yang akan dipesannya ataupun calon penumpang yang akan ditemui oleh pengemudi tersebut.

Untuk membangun infrastruktur pemesanan taksi melalui perangkat ponsel pintar baik Blackberry, Android, maupun iPhone, pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp 50 miliar. Dana tersebut sekitar 10 persen disisihkan untuk perbaikan dan persiapan jaringan, sedangkan sisanya lebih banyak dialokasikan untuk pembelian GPS.

Saat ini jumlah armada taksi Blue Bird di area Jadetabek mencapai 13.500 taksi dan 4.000 taksi tersebar di seluruh Indonesia.

Vice President Central Operation Blue Bird Group, Sigit Priawan Djokosoetono, menjelaskan, pemesanan taksi melalui perangkat BlackBerry sudah mencapai 600 pelanggan per hari. Sekadar perbandingan, pemesanan taksi melalui layanan call center Blue Bird mencapai 18.000 telepon per hari. Sementara yang hanya melakukan telepon atau hanya sekadar bertanya tentang layanan (tidak terjadi reservasi) mencapai sekitar 12.000 telepon per hari.

"Dengan menambah perangkat Android dan iPhone, kami menargetkan dapat memperoleh pemesanan taksi melalui ponsel pintar sebesar 2.000-3.000 pemesanan per hari di akhir tahun 2012," tambah Sigit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau