Identitas Pelaku Bakar Diri Masih Misterius

Kompas.com - 08/12/2011, 14:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pria yang nekat melakukan aksi bakar diri di depan Istana Merdeka, Rabu kemarin, hingga kini belum diketahui identitas lengkap oleh pihak rumah sakit RSCM yang merawatnya. RS hanya bisa memprediksi umur korban tersebut sekitar 45 tahun.

"Kita enggak punya data tentang identitas karena dia datang sudah terjadi jadi enggak bisa dikenali," ujar Prof Dr Akmal Taher SpU, Direktur Utama RSCM, Kamis (8/12/2011).

Menurutnya, masalah pasien tanpa identitas seperti ini sering ditangani oleh RSCM sehingga RSCM akan melakukan langkah-langkah sesuai dengan prosedur yang selama ini sudah berjalan. "Tergantung kalau sembuh ya ditanya, kalau enggak sembuh ya ditunggu. Prosedurnya seminggu, sebulan, kalau enggak ada juga yang datang nanti dikubur," tambahnya.

Pria yang hingga Kamis siang ini masih dirawat di ICU RSCM unit luka bakar tersebut masuk RSCM sekitar pukul 18.00 WIB dengan 98 persen luka bakar. Pihak rumah sakit terus berusaha merawat korban dengan memberikan bantuan napas, meski diakui pihak RSCM kondisi tersebut sulit untuk disembuhkan.

Tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke dalam ruangan dan belum ada pihak keluarga atau kerabat yang menemui korban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau