Gerebek Besar-besaran, Ribuan Ekstasi dan Bong Diamankan

Kompas.com - 08/12/2011, 18:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat kepolisian bersama dengan pemerintah daerah setempat melakukan penggerebekan di kawasan merah peredaran narkoba, Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis siang ini.

Penggerebekan dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan ratusan personil kepolisian dan Satpol PP. Puluhan pengedar, pemakai, dan pemilik narkoba tak berkutik saat polisi tiba-tiba datang ke lokasi.

Dari para pelaku ini, polisi berhasil mengamankan ribuan ekstasi dan bong (alat penghisap sabu). "Ada labelling kalau Kampung Ambon dicap sebagai tempat peredaran narkoba. Bahkan ada rumah-rumah di situ khusus untuk hisap narkoba. Ini yang kami gerebek," ungkap Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung Suharsono Rajab, Kamis (8/12/2011) sore, di Mapolda Metro Jaya.

Ia melanjutkan penggerebekan itu sudah disiapkan sematang mungkin agar tidak gagal. Sebanyak 500 personil dari tim gabungan Polda Metro Jaya, Bareskrim Mabes Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Pemprov DKI Jakarta dikerahkan ke lokasi.

"Kenapa jumlahnya banyak karena kami sesuaikan dengan tingkat kerawanan yang ada. Apalagi di sana ada sekitar 2000 KK (kepala keluarga), jelas kalau cuma sedikit polisi tidak mampu," kata Untung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan ada 53 orang yang diamankan dari lokasi. Para pelaku itu langsung ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan Undang-undang Narkotika nomor 35 tahun 2009.

"Mereka berperan macam-macam ada yang pemilik, pengedar, ada yang cuma pemakai. Semua jadi tersangka," papar Baharudin.

Dari tersangka, polisi mengamankan 6.531 butir ekstasi, 4 ons sabu-sabu, 4 pucuk senjata api, 50 gram heroin, 15 pucuk senjata tajam, 4 kilogram ganja, 600 butir happy five, 1000 unit bong, dan uang tunai Rp 218 juta.

Selain itu, 30 lapak berupa rumah dan warung juga disegel lantaran kedapatan menjual narkoba. Para pelaku kini sedang menjalani tes urine. "Semuanya kedapatan bawa narkoba saat digerebek," ungkap Untung lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau