Turis Harus Senang mulai Datang sampai Pulang

Kompas.com - 08/12/2011, 20:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisatawan haruslah merasa nyaman dan senang mulai sejak ia datang ke suatu destinasi sampai pulang kembali ke daerah atau negaranya. Oleh karena itu, industri pariwisata maupun pemerintah daerah memegang peranan penting dalam pelayanan kepada wisatawan.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers sebelum penghargaan Indonesia Tourism Award 2011 di Jakarta, Kamis (8/12/2011).

"Wisman semakin banyak datang ke Indonesia. Wisatawan harus end to end, dari mereka datang, jalan-jalan, sampai pulang lagi, dia harus sangat happy. Karena itu industri penunjang pariwisata penting sekali," ungkap Mari.

Industri penunjang pariwisata yang ia maksud adalah hotel berbintang, maskapai penerbangan, biro perjalanan wisata, taksi, restoran, golf, spa, dan mal. Sehingga industri-industri tersebut pun perlu diberikan apresiasi dalam bentuk penghargaan yang akan diserahkan dalam ajang Indonesia Tourism Award 2011.

"Juga memberi apresiasi bagi kota ataupun destinasi favorit. Maupun memberikan apresiasi bagi destinasi yang memberikan pelayanan terbaik," jelasnya.

Mari mengungkapkan pembelajaan terbesar saat wisatawan mengunjungi obyek wisata adalah belanja dan makan. Oleh karena itu, restoran dan mal masuk dalam kategori penghargaan.

"Selain itu juga hiburan, seperti golf dan spa yang cukup populer di Indonesia, kita beri apresiasi," ungkapnya.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat memberikan motivasi bagi industri pariwisata maupun destinasi wisata untuk meningkatkan mutunya.

Kategori yang disurvei dalam ajang Indonesia Tourism Award 2011 meliputi kabupaten/kota terbaik dalam layanan wisata, kota tujuan wisata favorit, obyek wisata favorit, dan industri penunjang pariwisata terbaik yang dibagi dalam sub sektor.

Selain itu, juga akan dipilih berdasarkan kompetisi program, yaitu pemerintah provinsi yang paling berkomitmen terhadap pengembangan pariwisata. Majalah SWA yang bertindak sebagai penyelenggara survei.

Pemimpin Redaksi Majalah SWA, Kemal E. Gani menyebutkan bahwa survei dilakukan di 25 kota. Kota-kota yang terpilih merupakan daftar kota dengan PDRB (pendapatan domestik regional brutto) di bidang pariwisata terbesar.

"Selain survei, juga dilakukan FGD (focus group discussion). Ada 60-90 wisatawan yang kita survei di setiap kota, baik wisman dan wisnus," jelas Kemal.

Ke-25 kota tersebut antara lain Belitung, Batam, Badung, Bandung, Bogor, Cirebon, Denpasar, Jakarta, Malang, Makassar, Manado, Padang, Palembang, Pekanbaru, Tanah Toraja, Lombok Barat, Raja Ampat, Sawahlunto, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semanrang, Tangerang Selatan, Samarinda, dan Medan.

Survei dilakukan terhadap 1.500 wisatawan yang terdiri dari 1350 wisnus dan 150 wisman. Juga melibatkan 100 responden dari kalangan profesional dan eksekutif. Aspek yang dinilai antara lain kebersihan, informasi wisata, kewajaran biaya, promosi, keragaman obyek, keamanan, keunikan obyek, dan keramahan.

Indonesia Tourism Award tahun ini merupakan kali ketiga. Ke depan, Mari mengatakan pihaknya akan mempromosikan ajang ini dengan lebih gencar. Ia berharap orang-orang pariwisata akan berlomba-lomba ikut ajang penghargaan tersebut.

"Akan kita perbaiki terus entah dari sistem sampling-nya, cangkupannya, dan promosinya. Ini jadi target kita ke depan. Kami harap award ini bisa jadi motivasi dan target pelaku pariwisata," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau