JAKARTA, KOMPAs.com- Hasil pertemuan Bank Sentral Uni Eropa (ECB) direspon negatif oleh investor ketika Gubernur ECB tidak mensinyalkan kemungkinan ECB membeli obligasi dengan jumlah yang lebih besar. Nilai tukar rupiah pun berpotensi melemah akibat sentimen negatif yang menjalar ke pasar Asia akibat hasil di Eropa itu.
Beberapa mata uang Asia menguat pada perdagangan kemarin, termasuk rupiah (IDR). IDR ditutup Rp.9.000 (kurs tengah Bloomberg). Tetapi tidak demikian apda bursa Asia yang sebagian besar ditutup turun termasuk bursa Indonesia (IHSG) yang melemah 0,3 persen menjadi 3.781,76.
Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, menyatakan, pasar AS dan Eropa ditutup turun semalam, setelah Gubernur ECB tidak mensinyalkan untuk melakkan stimulus pembelian obligasi yang lebih besar. Kemungkinan sentimen negatif tersebut menjalar ke pasar Asia pada hari ini.
Rupiah juga berpotensi melemah di kisaran Rp 9.020-Rp 9.040 per dollar AS, kata Lana di Jakarta, Jumat (9/12/2011). Hasil pertemuan ECB memutuskan pemotongan suku bunga acuan dari 1,25 persen menjadi 1 persen dan memberikan kredit bank sentral (discount windows) dalam jumlah yang tidak terbatas untuk 3 tahun.
ECB juga melonggarkan kolateral sehingga bank dapat meminjam lebih banyak. Menurut Lana, kebijakan ini untuk memastikan likuiditas perbankan cukup sehingga tidak menimbulkan kepanikan deposan. Untuk mengatasi krisis utang di UE, ECB mendesak untuk segera dilakukan konsolidasi fiskal (fiscal union) yang keputusannya ditunggu oleh pelaku pasar pada hari ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang