PSSI: AFC yang Coret Persipura

Kompas.com - 09/12/2011, 11:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua PSSI Djohar Arifin Husin menilai, aksi yang digelar oleh pendukung Persipura atau yang biasa disebut Persipura Mania salah alamat. Menurut dia, protes terhadap pencoretan Persipura dalam keikutsertaan di Liga Champions Asia  merupakan keputusan konfederasi sepak bola Asia atau AFC, bukan PSSI.

"Yang menggugurkan Persipura adalah peraturan AFC, bukan PSSI. Jika klub tidak ikut pada kompetisi resmi (IPL) secara otomatis gugur keikutsertaannya," katanya di sela workshop Divisi Utama yang digelar oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo, kemarin.

Menurut Djohar, protes seharusnya ditujukan kepada CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono. Pasalnya, Djohar menilai Djoko-lah yang telah memberikan jaminan kepada Persipura untuk tetap bertanding di Liga Champions Asia (LCA) meski bermain di kompetisi yang tidak diakui oleh PSSI.

Oleh karena itu, gagalnya Persipura untuk berlaga di LCA bukan menjadi tanggung jawab PSSI lagi. PSSI, lanjutnya, sudah cukup membantu dengan memberikan kesempatan, bahkan telah membantu penyelesaian administrasi untuk turun pada kejuaraan tertinggi di Asia ini.

"Jangan marah ke PSSI. Marahlah ke Djoko Driyono yang telah memberikan jaminan. Demo ini jelas salah alamat," ujarnya.

Persipura Jayapura terpaksa kehilangan kesempatan tampil di LCA melalui surat AFC tertanggal 2 Desember 2011. Seperti dikutip dari situs resmi Indonesian Premier League (IPL), AFC menilai Persipura telah mengikuti kompetisi yang tidak diakui secara sah oleh PSSI, yaitu Indonesia Super League. Surat yang ditandatangani Sekjen AFC Alex Soosay itu merupakan jawaban terhadap surat PSSI yang dikirimkan Sekjen PSSI Tri Goestoro.

Atas keputusan ini, kemarin, Persipura Mania menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Selain meminta PSSI bertanggung jawab terhadap pencoretan tersebut, mereka juga meminta Djohar dan sejumlah petinggi PSSI lainnya untuk mundur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau