Studi luar negeri

Kenapa Banyak yang Memilih Inggris, Ya?

Kompas.com - 09/12/2011, 13:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anda ingin melanjutkan studi ke luar negeri? Negara di benua manakah yang ingin Anda tuju? Jika benua Eropa, maka Anda harus mempertimbangkan Inggris sebagai salah satu negara yang Anda tuju.

Kenapa harus Inggris?

Ada sejumlah alasan yang mendorong para pelajar dari seluruh penjuru dunia memilih Inggris sebagai tujuan studinya. UK Education Manager British Council, Andrias Soesilo mengungkapkan, salah satu alasannya adalah pendidikan tinggi Inggris telah tersertifikasi secara internasional. Oleh karenanya, para lulusan dapat bekerja di negara manapun di seluruh dunia.

Selain itu, menurut Andrias, salah satu hal yang mendorong para pelajar dari berbagai negara datang ke Inggris adalah karena reputasi universitas-universitasnya.

"Para pelajar yang datang ke Inggris saat ini lebih aware, jika beberapa waktu lalu banyak yang memilih Inggris karena suka dengan kehidupan di London, tapi saat ini para pelajar datang ke Inggris karena pertimbangan kualitasnya," kata Andrias, dalam diskusi"UK Higher Education" yang digelar oleh Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia bersama British Council, pada "The Best of UK Festival", di Epicentrum Walk, Rasuna Said, Jakarta, Jumat (9/12/2011).

Ia menambahkan, kualitas beberapa perguruan tinggi seperti University of Cambridge dan Oxford University cukup dipertimbangkan di mata dunia. Hal itu terjadi lantaran ilmu pengetahuan yang ada di universitas tersebut terus melaju dengan pesat. Perkembangan seperti ilmu bisnis, dan teknologi misalnya, ia klaim sangat sesuai dengan perkembangan terkini.

"Beberapa universitas di Inggris masuk dalam jajaran lima terbaik universitas di dunia, tidak hanya universitas yang ada di London, University of Manchester juga unggul dalam ilmu bisnis dan teknologi," ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Andrias, ketika para pelajar internasional terbentur dengan berbagai kendala yang bersifat akademis, mereka akan dibantu oleh beberapa konselor yang memberikan pelatihan mengenai komunikasi dalam bahasa Inggris, hingga untuk mengasah keberanian para pelajar melakukan presentasi, dan mengeluarkan pendapat.

"Di Inggris, S-1 bisa dilakukan dalam waktu tiga tahun. Faktor kegagalan sangat kecil karena selalu dimonitor. Para pelajar bisa berkomunikasi dengan konselor mereka jika ada masalah dengan pembelajaran," ujarnya.

Hal lain yang menjadi nilai plus untuk para pelajar yang ingin melanjutkan studi di Inggris adalah budayanya yang sangat multikultural. Para pelajar akan memiliki kesempatan membangun jaringan karena banyak pelajar lain dari seluruh dunia yang melanjutkan studi di Inggris.

"Masyarakat di sana akan menghargai orang lain saat beribadah. Inggris juga sangat aman, kriminalitas rendah, dan terdapat transportasi massal yang nyaman selama 24 jam," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau