Kembali Aksi, Suporter Persipura Ancam "Ngadu" ke DPR

Kompas.com - 09/12/2011, 15:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendukung Persipura Jayapura atau yang biasa disebut Persipura Mania kembali menggelar aksi di depan kantor PSSI, Jumat (9/12/2011). Mereka mendesak untuk bertemu langsung dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin. Jika tidak bisa, mereka mengancam akan mengadukan hal ini kepada para wakil rakyat.

"DPR kan wakil rakyat, nanti kami akan mengadu bahwa Persipura telah didiskriminasi oleh PSSI karena tidak didaftarkan mengikuti LCA," kata salah satu pimpinan aksi, Don Bosco Silitubun di sela aksi.

Para pendukung ini kembali meminta penjelasan langsung dari pengurus PSSI mengenai alasan dicoretnya Persipura dari keikutsertaan di Liga Champions Asia (LCA) 2012. Mereka menilai PSSI berperan langsung dalam proses pencoretan ini.

Mereka juga tampak tak sepakat dengan tanggapan Djohar, kemarin, yang menyatakan bahwa aksi mereka salah alamat dan seharusnya ditujukan kepada CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono.

"PSSI kan organisasi tertinggi, seharusnya mereka yang bertanggung jawab dan menentukan. Kenapa kami disuruh menyalahkan PT Liga Indonesia," tambahnya.

Kemarin, Persipura Mania menggelar aksi unjuk rasa serupa di depan Kantor PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Selain meminta PSSI bertanggung jawab terhadap pencoretan tersebut, mereka juga meminta Djohar dan sejumlah petinggi PSSI lainnya untuk mundur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau