JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo memperkirakan harga minyak mentah Indonesia pada 2011 bakal mencapai 111 dollar AS per barel. "Sekarang sudah 110 dollar AS per barel dan sampai akhir tahun bisa 111 dolar AS per barel," kata Evita di Jakarta, Jumat (9/12/2011).
Sesuai APBN Perubahan 2011, asumsi harga minyak Indonesia (Indonesia crude price/ICP) ditetapkan sebesar 95 dollar AS per barel. Dengan perkiraan 111 dollar AS per barel, maka realisasi ICP berlebih 16 dolar AS per barel terhadap asumsi APBN.
Menurut Evita, kenaikan harga minyak tersebut akan berimplikasi pada penerimaan APBN yang bertambah, sekaligus peningkatan belanja subsidi. "Kami akan bicarakan ini dengan Kementerian Keuangan dan Kemenko Perekonomian," katanya. Selanjutnya, pemerintah akan membahasnya dengan DPR pada pekan depan.
Namun demikian, tambahnya, pemerintah tidak berkeinginan menaikkan harga bahan bakar minyak akibat peningkatan subsidi tersebut.
Selain harga minyak, Evita memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak 2011 juga bakal melebihi kuota APBN sebesar 40,49 juta kiloliter. "Pada pekan depan diperkirakan kuota BBM bakal habis," ujarnya.
Ia memperkirakan konsumsi BBM bersubsidi mencapai lebih dari 41 juta kiloliter. Menurut dia, pihaknya juga akan membicarakan kelebihan kuota BBM bersubsidi dengan DPR. "Pada dasarnya, dimungkinkan tambah kuota," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang