ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pakistan akan melengkapi pos-pos penjaga perbatasan mereka di sebelah barat, dengan senjata antipesawat untuk mencegah serangan pesawat-pesawat NATO dari Afganistan terulang. Sebagian sistem persenjataan itu dikabarkan sudah dipasang.
Ketua Komite Pertahanan Parlemen Pakistan, Javed Ashraf Qazi, mengatakan, pada pertemuan dengan pimpinan militer Pakistan, Kamis (8/12/2011) lalu, komandan operasi militer Pakistan, Mayor Jenderal Ashfaq Nadeem, mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan memasang senjata antiserangan udara di perbatasan dengan Afganistan.
Akhir November, 24 prajurit penjaga perbatasan Pakistan tewas setelah diserang helikopter dan pesawat tempur NATO. Insiden itu memicu reaksi keras dari Pakistan, dan memperburuk hubungan negara itu dengan AS.
Qazi mengatakan, pihak militer Pakistan akan memilih pos perbatasan mana saja yang akan dipasangi meriam antipesawat, karena tidak semua pos akan dipasangi senjata serupa.
"Kita tidak bisa memasang senjata ini di setiap pos. Kadang-kadang pos-pos ini diserang kelompok militan, dan kami bisa kehilangan senjata-senjata ini," tutur Qazi, yang menyatakan komite yang dipimpinnya mendukung penuh rencana militer ini.
Namun kantor berita AFP melaporkan, beberapa senjata ini telah dipasang di perbatasan. "Sekarang kami sudah memiliki sistem pertahanan udara yang lengkap di perbatasan Afganistan. Sistem ini bisa melacak dan mendeteksi setiap pesawat yang mendekat," tutur seorang pejabat militer di kota Peshawar, Pakistan barat laut, Jumat (9/12/2011).
Pejabat, yang tak disebut namanya karena tidak berwenang memberi keterangan kepada pers, itu, menambahkan, sistem pertahanan udara tersebut telah dimodifikasi sehingga mampu bereaksi cepat dengan menembak jatuh pesawat atau helikopter yang terdeteksi.
Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Ashfaq Pervez Kayani, telah memerintahkan pasukan Pakistan untuk langsung membalas setiap serangan tanpa perlu menunggu perintah komandan mereka. (AP/AFP/DHF)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang