Dugaan korupsi

Misteri Perburuan Nunun Akhirnya Berujung...

Kompas.com - 10/12/2011, 17:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Misteri perburuan terhadap Nunun Nurbaeti, buronan tersangka kasus dugaan penyuapan cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom, akhirnya berujung. Nunun tertangkap di Bangkok, Thailand.

Terakhir, pada Senin (28/11/2011) lalu, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, di Jakarta, menyampaikan bahwa Kepolisian Negara RI belum mendapatkan informasi dari Interpol terkait keberadaan Nunun Nurbaeti. Nunun masih misterius. Jika Polri sudah mendapat informasi, Polri akan menyampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Kita belum mendapat informasi dari Interpol," kata Saud, saat itu.

Terkait foto yang mirip Nunun Nurbaeti yang sempat beredar, Saud mengaku belum dapat memastikan. Menurutnya, jika sudah mendapat informasi keberadaan Nunun dari Interpol, Polri akan menyampaikan kepada penyidik KPK.

"Nanti, KPK yang menjemput," katanya.

Seperti diberitakan, Nunun Nurbaeti ditangkap di Bangkok, Thailand. Buronan Interpol itu, Sabtu (10/12/2011) sore, ini dibawa pulang ke Jakarta.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas, yang dihubungi Kompas, membenarkan perihal penangkapan Nunun.

Istri mantan Wakil Kepala Polri Komjen (Purn) Adang Daradjatun itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap cek pelawat terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 sejak akhir Februari 2011.

Sebelum dicegah ke luar negeri, Nunun terbang ke Singapura dengan alasan hendak berobat, Februari 2010 lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau