Keluarga akan Mendampingi Nunun di KPK

Kompas.com - 10/12/2011, 18:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nunun Nurbaeti, tersangka kasus dugaan suap cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004 akhirnya berhasil ditangkap di Bangkok, Thailand, oleh Interpol. Nunun akan dibawa ke Gedung KPK di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (10/12/2011), malam ini.

Kuasa hukum Nunun, Ina Rahman, menurutkan, ia dan keluarga Nunun akan mendatangi gedung KPK untuk mendampingi wanita yang dikabarkan mengalami penyakit lupa ingatan berat itu.

Seperti diberitakan, sekitar tujuh bulan lamanya, Nunun menjadi buronan Interpol di 188 negara. Red notice pencarian terhadap dirinya dikeluarkan KPK dan diberikan kepada Polri sejak Juni lalu.

"Saya dan keluarga akan mendampingi ibu (Nunun)," ujar Ina kepada Kompas.com.

Seperti diketahui, Nunun, meninggalkan Indonesia dan menuju ke Singapura sejak Selasa 23 Februari 2010. Pada hari itu, tercatat Nunun berangkat dengan tujuan Frankfurt International APT-Federal Republic of Germany. Nunun pergi dengan pesawat Lufthansa LH 00779 pada pukul 19.06 WIB.

Selama buron, keluarga Nunun tampak memilih bungkam terkait keberadaannya yang sangat misterius. Mereka berkali-kali meminta agar Nunun diberi kesempatan mendapatkan perawatan atas sakit yang dideritanya. Nunun dikabarkan menderita sakit lupa atau amnesia berat akibat pasca-stroke yang dideritanya pada 2009 lalu.

Adapun KPK menetapkan Nunun sebagai tersangka sejak Februari lalu dalam perkara pemberian cek pelawat kepada sejumlah politikus yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 1999-2004. Nunun diduga menebar ratusan cek pelawat bernilai Rp 24 miliar hanya beberapa jam setelah Miranda terpilih.

Sejumlah saksi dan terdakwa kasus ini mengungkapkan, cek pelawat mengucur dari kantor perusahaan Nunun, PT Wahana Eka Sembada, di Jalan Riau, Jakarta Pusat. Cek dibagikan oleh Arie Malangjudo, Direktur PT Wahana, kepada anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR periode 1999-2004.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau