Merauke

Wah... Dana Kampung untuk Mabuk

Kompas.com - 11/12/2011, 11:43 WIB

MERAUKE, KOMPAS.com- Bupati Merauke mengingatkan para kepala kampung di Kabupaten Merauke agar tidak menyalahgunakan bantuan dana segar Rp 200 juta per kampung untuk pembangunan kampung yang diberikank Pemkab Merauke. Bila ada penyalahgunaan, akan dilaporkan kepada polisi.

"Ada dana segar Rp 200 juta untuk setiap kampung, tetapi saya ingatkan tadi malam saya minta polisi untuk tangkap Kepala Kampung Yanggandur (Distrik Sota) karena dana Rp 200 juta dipakai untuk mabuk," ujar Bupati Merauke Romanus Mbaraka saat menyerahkan dana pembangunan kampung di kampung kaptel, Distrik Kaptel, Merauke, Papua.

Di depan masyarakat, Romanus menuturkan, dana Rp 200 juta itu bukan milik aparat kampung namun untuk kepentingan masyarakat kampung. Dengan demikian, pemanfaatnya harus dibicarakan bersama dengan masyarakat.

Dana itu di antaranya bisa digunakan, misalnya, untuk membuka kebun kampung, membersihkan jalan kampung, memberi bantuan kepada warga yang rumahnya hampir roboh, maupun membuat sumur umum. "Aparat kampung harus duduk bicara sama-sama dengan masyarakat unt uk penggunaan dana itu," ujar Romanus.

Romanus menuturkan, pemberian dana bantuan itu untuk melibatkan masyarakat dalam pembangunan dan mengubah paradigma proyek. Pemkab Merauke telah memberikan petunjuk teknis pemanfatan dana Rp 200 juta itu yaitu Rp 15 juta untuk bidang kesehatan, Rp 15 juta bidang pe ndidikan, Rp 15 juta untuk pemberdayaan ekonomi, Rp 5 juta untuk PKK, Rp 15 juta untuk bantuan sosial masyarakat, Rp 35 juta untuk operasional pemerintahan kampung, dan Rp 100 juta untuk pembangunan infrastruktur kampung.

 

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau