Pilgub dki jakarta

Masih Ada Peluang Jokowi Diusung PDI-P

Kompas.com - 11/12/2011, 17:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Walikota Solo Joko Widodo termasuk dalam daftar bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang akan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Meskipun, nama Jokowi, sapaan Joko Widodo, tidak termasuk 20 nama yang ikut mendaftarkan diri ke DPD PDIP, ia akan tetap diusung lantaran ia dinilai partainya sebagai kader berkualitas.

"Ada mekanisme khusus untuk kalangan internal, kader partai. Mereka bisa diminta khusus oleh DPP untuk tugas tertentu. Jadi, Mas Jokowi tidak perlu mendaftar," ungkap Marihot Napitupulu, Ketua Departemen Komunikasi Politik DPD PDIP DKI Jakarta, Minggu ( 11/12/2011 ) .

Nama Jokowi bersama calon petahana Fauzi Bowo tidak termasuk 20 nama yang berkasnya telah diverifikasi oleh DPD PDIP dan diserahkan ke DPP PDIP pada Jumat malam. Walau begitu, dalam tahap penjaringan nama bakal calon, ada mekanisme internal partai PDIP yang memungkinkan kader partai berkualitas ditugaskan partai untuk mengikuti tahap-tahap pengujian. "Kader wajib mengikuti amanat partai," kata Marihot.

Ia juga mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak Jokowi terkait pengusungan namanya sebai bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2012. Marihot tidak menutup kemungkinan sudah adanya komunikasi dengan pihak DPP. Namun, ia memastikan konfirmasi tersebut seharusnya didapatkan pihaknya sebagai panitia penjaringan.

"Secara pribadi, saya lebih setuju dengan pernyataan Mas Jokowi, untuk saat ini berkonsentrasi dulu mengurus Solo," ungkap Marihot. Ia sendiri menilai, Jokowi sebagai salah satu kader yang sudah terbukti kualitas kepemimpinannya. Perubahan besar yang dihadirkan Jokowi dalam dua periode duduk sebagai Walikota Solo, menurut Marihot, sudah mendapat pengakuan secara nasional. Karena itu, ia menilai Jokowi layak dimintai DPP PDIP untuk merambah pertarungan kursi nomor 1 di Ibukota.

Bersama 20 nama lainnya, calon-calon tersebut akan menjalani pengujian yang akan dilakukan DPP PDIP. Di antara mereka, terdapat nama-nama, seperti Letjen (Purn.) Nono Sampono dan wanita emas Hasnaeni. Dari kalangan internal PDIP, selain Jokowi, ada juga mantan Walikota Surabaya Bambang DH dan anggota DPR RI Ribka Tjiptaning dan Boy Sadikin, putra mantan Gubernur DKI Ali Sadikin. "Tidak ada prioritas pada kader partai. Semuanya akan mendapat penilaian yang adil," jamin Marihot.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau