Relawan pendidikan

UNM Lepas 339 Sarjana Mendidik

Kompas.com - 11/12/2011, 17:46 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com- Universitas Negeri Makassar melepas 339 lulusannya untuk mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T). Mereka akan mengabdi sebagai tenaga pendidik selama setahun.

Para sarjana itu akan ditempatkan di antaranya di Kabupaten Biak Numfor, Papua, dan Kabupaten Manggarai Timur, serta Kabupaten Sumba Timur di Nusa Tenggara Timur. Adapun acara pelepasan berlangsung di gedung rektorat UNM di Makassar, Minggu (11/12/2011).

Kepala Program Pendidikan Profesi Guru UNM Prof Eko Hadi Sujiono mengatakan, terdapat 4.216 orang yang mendaftar secara online melalui UNM. Setelah melalui tahap screening, hanya tersisa 1.512 peserta, untuk kemudian terus berkurang menjadi 339 setelah melalui tes akademis, wawancara, dan program prakondisi. UNM juga siap mengisi kebutuhan tenaga pendidik yang diajukan oleh daerah lain.

"Saat ini daerah seperti Kabupaten Raja Ampat, Teluk Bintuni, Sorong, dan Manokwari juga sudah menyatakan bahwa mereka membutuhkan tenaga pendidik," ujar Eko Hadi Sujiono.

Adapun SM-3T adalah pengembangan dari Program Pendidikan Profesi Guru yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk angkatan pertama tahun ini, ada 2.700 sarjana yang dikirim untuk mendidik di daerah 3T tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau