Anggota Keluarga Nunun Pulang, Penjagaan Diperketat

Kompas.com - 11/12/2011, 19:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil Inova warna hitam dengan nomor polisi B 289 MA yang sempat keluar pada pukul 16.00 WIB telah kembali lagi di rumah yang terletak di Jalan Cipete Raya No. 39 C, RT.02/RW04, Cipete, Jakarta Selatan. Mobil tersebut baru saja kembali dari mengunjungi Nunun Nurbaeti, tersangka kasus cek perjalanan dalam pemilihan Gubernur Bank Indonesia.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, mobil tersebut kembali ke kediaman Mantan Wakil Kepolisian RI Adang Daradjatun sekitar pukul 17.45 WIB. Tampak seorang pria dengan mengenakan kemeja merah duduk di sebelah kiri depan mobil. Dikabarkan anggota keluarganya mengunjungi Nunun di Rumah Tahanan Pondok Bambu dan membawakan makanan.

Keamanan di rumah Adang Daradjatun mendadak menjadi ketat setelah salah seorang penjaga rumah sempat lupa menutup kembali pintu gerbang sehingga para wartawan sempat masuk ke halaman rumah dan mengambil gambar.

Sejak pagi tadi, istri dari Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilukada 2007 ini memang digelandang ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur setelah menjalani pemeriksaan dan tes kesehatan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia mendekam di hotel prodeo ini karena kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan Gubernur Bank Indonesia. Ia diduga menyebarkan cek pelawat 480 lembar senilai Rp 24 miliar untuk para anggota DPR RI periode 1999-2004, agar dapat memenangkan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Nunun tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan diwartakan lupa ingatan. Pelariannya berakhir pada Jumat (9/12/2011) setelah ditangkap di Bangkok, Thailand dan dibawa pulang ke Tanah Air pada Sabtu (10/12/2011) kemarin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau