Jenazah Korban ke-22 Jembatan Kukar Ditemukan

Kompas.com - 12/12/2011, 14:44 WIB

TENGGARONG, KOMPAS.com - Jasad korban ke-22 ambruknya Jembatan Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur pada 26 November 2011, ditemukan pada Senin (12/12/2011) pagi. Dengan demikian hingga saat ini 14 orang yang masih dinyatakan hilang.

"Untuk sementara, korban ditemukan ke-22 ini diduga seorang petugas keamanan (Satpam) Bank BNI Cabang Tenggarong. Namum, kami belum berani menyimpulkan identitas korban walaupun pada tubuhnya masih melekat pakaian seragam serta tanda pengenal sebab masih perlu pencocokan," kata Ketua Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kalimantan Timur, Ajun Komisaris Besar, Budi Heryadi di Tenggarong.

Dilaporkan bahwa korban ditemukan mengapung di sekitar Kecamatan Loa Kulu atau lebih empat kilomter dari lokasi ambruknya Jembatan Kartanegara pada  Senin pagi (12/12) sekitar 07.45 Wita.

Identifikasi sementara korban berdasarkan karena seragam dan ada kartu identitas, yakni  satpam BNI bernama Anas Kuriniawan (34). Namun, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kalimantan Timur belum berani memastikan 100 persen identitas korban sebab masih perlu pencocokan.

"Kami masih melakukan identifikasi untuk mencocokkan properti yang digunakan korban berdasarkan keterangan keluarga nya di posko ’ante mortem’ dengan data hasil identifikasi kami di ’post mortem’. Dari pencocokkan data itulah baru kami bisa mengambil kesimpulan," kata Budi Heryadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di Posko Jembatan Ambruk Polres Kutai Kartanegara, Anas dilaporkan hilang oleh rekannya. "Korban dilaporkan hilang oleh rekannya bernama Suyono. Berdasarkan keterangan Suyono, pada Sabtu (26/11), korban ditugaskan ke Samarinda dan diduga dia ikut terjatuh saat pulang," katanya.

Menurut Ajun Komisaris Suradji, petugas di Posko Jembatan Ambruk Polres Kutai Kartanegara, Anas Kurniawan merupakan salah satu korban yang dilaporkan hilang sehingga dinyatakan bahwa sampai kini masih 14 orang lainnya dinyatakan masih hilang.

Jembatan Kartanegara ambruk pada Sabtu (26/11) mengakibatkan 22 orang tewas dan 14 lainnya dinyatakan masih hilang. Jembatan gantung terpanjang di Indonesia dengan konstruksi mirip Golden Gate di kota San Francisco, Amerika Serikat itu runtuh saat dalam perawatan.

Pihak kepolisian kini telah memeriksa sejumlah saksi termasuk kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara, namun sampai kini belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau