Hujan Meteor Geminid Memuncak Besok

Kompas.com - 12/12/2011, 17:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan meteor Geminid, salah satu hujan meteor terindah, akan memuncak besok malam, Selasa (13/12/2011) malam hingga Rabu (14/12/2011) dini hari.

"Hujan meteor Geminid termasuk yang mayor. Jumlah meteor yang dilihat bisa mencapai 100-120 meteor per jamnya kalau melihat di tempat yang bagus," kata Mutoha Arkanuddin, astronom dari Jogja Astro Club.

Mutoha mengatakan, hujan meteor Geminid sebenarnya telah dimulai sejak 7 Desember hingga 17 Desember 2011 mendatang. Namun, puncaknya baru terjadi besok.

Untuk melihatnya, perlu dicari tempat yang tepat. Syaratnya adalah tempat yang cukup lapang dan jauh dari polusi cahaya. Tak perlu bantuan teleskop untuk melihat hujan meteor ini.

Meteor akan muncul dari rasi Gemini, terletak di langit bagian timur agak ke utara. Namun, pada dasarnya, hujan meteor bisa disaksikan cukup dengan melihat ke arah langit.

Menurut Mutoha, hujan meteor sebenarnya sudah bisa dilihat di awal malam. Namun, waktu terbaik untuk melihatnya ialah mulai tengah malam, mulai sekitar pukul 21.00 WIB.

"Hujan meteor Geminid beda dengan hujan meteor lain. Jika hujan meteor lain berasal dari debu komet, hujan meteor Geminid, menurut para ahli, berasal dari asteroid," kata Mutoha saat dihubungi Senin (12/12/2011).

Asteroid sumber hujan meteor Geminid bernama Pantheon. Asteroid ini mengorbit Matahari dan menyisakan debu di sepanjang orbitnya. Saat Bumi yang berevolusi masuk daerah debu, maka hujan meteor terjadi.

Meteor-meteor Geminid takkan sendiri. Bersama hujan meteor ini, akan tampak Jupiter, Mars dan Saturnus. Tak ketinggalan bintang Sirius yang merupakan salah satu bintang paling terang.

Jupiter bisa disaksikan pada malam hari dengan melihat ke atas agak ke barat. Sementara Saturnus dan Mars bisa dilihat dini hari dengan mengarahkan mata ke langit timur.

Semua pemandangan terdengar indah untuk dilihat. Tapi, ada dua hal yang mesti diwaspadai, yakni mendung dan hujan serta cahaya Bulan yang sedang masuk puncak terangnya.

"Walaupun Geminid termasuk mayor, tapi kalau mendung dan hujan juga akan berpengaruh. Gerhana Bulan kemarin pun kita tidak bisa melihat maksimal karena mendung," kata Mutoha.

Namun, jika langit cerah pun, cahaya Bulan yang cukup terang juga akan mengganggu. Bulan bisa membuat meteor yang terlihat lebih sedikit, hanya yang cukup terang saja.

Hujan meteor Geminid bukan yang terakhir di tahun 2011. Selanjutnya masih ada hujan meteor Ursid yang memuncak tanggal 23 Desember 2011 mendatang, meski tergolong minor. Tapi, karena hujan meteor Geminid adalah salah satu yang terindah, maka mari berdoa agar mendung dan hujan tak kembali menghalangi untuk memandangnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau