KOMPAS.com - Ada 5.000 polisi dan 100 kendaraan polisi terlihat menjaga iring-iringan pengantin di Changsha, Provinsi Hunan, China. Alhasil, video di internet itu pun kebanjiran pengunjung.
Sayangnya, tayangan macam itu adalah "barang haram" di China. Jadilah, polisi menahan dua pria dengan tuduhan menyebarkan rumor.
Pihak kepolisian, dalam penjelasannya, sebagaimana warta AP dan Xinhua pada Senin (12/12/2011), mengatakan kalau kejadian itu sebetulnya sebuah kebetulan. "Polisi baru saja pulang latihan dan berpapasan dengan iring-iringan pengantin," begitu kilah polisi.
Sejatinya, China terlihat gagap menghadapi perkembangan dunia maya, khususnya mikroblog. Pemerintah China tampak khawatir adanya pengaruh buruk dari menjamurnya mikroblog tersendiri.