RD Berpeluang Gantikan Wim

Kompas.com - 12/12/2011, 17:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim nasional senior Indonesia akan menjalani laga terakhir di Pra Piala Dunia 2014 melawan Bahrain, Februari mendatang, sementara Koordinator Timnas, Bob Hippy, menyebutkan bahwa pelatih Wim Rijsbergen masih dalam masa pengobatan di Belanda. Apakah ada kemungkinan Wim akan digantikan oleh pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan?

"Saya tak mau komentar itu (soal kemungkinan Rahmad menggantikan posisi Wim. Kan masih lama bulan Februari. Saya ingin lihat kondisi Wim dulu. Kalau dia belum sehat bagaimana. Tentu kesehatan wim menjadi pertimbangan saya. Makanya saya kirim dia kesana," ujar Bob kepada wartawan di sela-sela pertemuan PSSI dengan seluruh staf pelatih timnas di kediaman Arifin Panigoro, Senin (12/12/2011).

Namun, bukan berarti tidak ada peluang bagi mantan pelatih Persija itu. Bob mengatakan apapun bisa mungkin terjadi.

Sementara itu, di kalangan wartawan, beredar kabar bahwa RD, panggilan Rahmad Darmawan, berencana mundur dari jabatan sebagai pelatih timnas U-23. Dikabarkan, pengunduran dirinya terkait larangan PSSI bahwa para pemain di klub yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) tidak bisa bergabung di timnas sehingga pelatih tidak akan leluasa memilih pemain.

Namun, Bob enggan berandai-andai. Menurutnya, PSSI tak menghendaki ada unsur timnas yang keluar dan masuk.

"Saya tak menginginkan ada yang keluar dan masuk. Saya ingin semuanya berada di satu tempat. Saya tak mau berandai-andai dl. Kalau ada satu kesatuan disini, ya kesatuan ini aja yang kita jaga," tandasnya.

RD, staf pelatih Liestiyadi dan sejumlah staf serta pelatih timnas berbagai umur menghadiri rapat bersama Ketum PSSI Djohar Arifin Husin dan pengurus PSSI. Bob mengatakan rapat digelar untuk membahas program kerja timnas empat tahun mendatang. Rapat digelar di rumah pengusaha Arifin Panigoro, bukan di kantor PSSI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau