Alihkan Subsidi BBM untuk Transportasi Umum

Kompas.com - 12/12/2011, 18:13 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinilai masih kurang berminat pada pengembangan transportasi massal untuk rakyat, yang meliputi transportasi umum, transprotasi pedesaan dan kereta api. Saat sekarang banyak masyarakat membutuhkan sarana transportasi yang nyaman.

Hal itu disampaikan pengamat transportasi juga peneliti Fakultas Teknik Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, Senin (12/12/2011) di Semarang.

Djoko Setijowarno berpendapat, pemerintah terlalu mementingkan bagaimana bandar udara Ahmad Yani di Semarang makin besar, proyek jalan tol untuk lintasan pemilik mobil bisa lebih mulus.

Ketidakpedulian pemerintah daerah terhadap sarana transprotasi massal makin memprihatinkan, setelah pemerintah pusat sendiri mengalokasikan subsidi bahan bakar minyak sebesar Rp 96,8 triliun.

Jumlah alokasi subsidi ini jauh dibanding porsi subsidi untuk pengembangan angkutan umum hanya Rp 3,1 triliun. Tidak heran, subsidi BBM terus akan dinikmati orang-orang kaya yang memiliki mobil.

Menurut Djoko Setijowarno, sekiranya pemerintah bersedia mengalihkan subsidi BBM supaya dananya dipakai pengembangan transportasi umum maka dapat mencakup 96 kota/kabupaten. Karena, dengan anggaran Rp 1 triliun sudah memadai bagi daerah itu memiliki transportasi umum yang nyaman, kecuali DKI Jakarta.

Kemajuan di sektor transportasi umum akan berdampak efek domino. Tidak hanya masyarakat nyaman terlayani sarana angkutan, juga menimbulkan gerakan irit energi, lingkungan makin ramah serta kecelakaan makin ditekan sekecil mungkin.

Untuk mewujudkan kepedulian pemerintah terhadap kenyamanan sarana transportasi umum, ternyata juga dibutuhkan pemimpin atau kepala daerah yang visioner, cerdas dan punya integritas mewujudkan transportasi yang berpihak pada rakyat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau