Wa Ode: Penetapan Tersangka Tak Masuk Akal

Kompas.com - 12/12/2011, 22:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Badan Anggaran DPR, Wa Ode Nurhayati, menyesalkan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan suap dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah. Penetapan tersangka tersebut, menurut Wa Ode, sangat tidak masuk akal.

"Saya tidak pernah menyangka jika akhirnya seperti ini. Kita berharap jadi saksi, malah kita jadi tersangka. Dan jadi tersangkanya pun dramatis karena tidak ada proses hukumnya juga. Ini tidak masuk akal," ujar Wa Ode di Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Jakarta, Senin (12/12/2011).

Menurut Wa Ode, penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus tersebut cukup aneh. Pasalnya, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku tidak pernah diperiksa KPK terkait kasus tersebut.

"Dari sisi hukum, saya terindikasi menerima hadiah, tetapi sekarang hadiah ini siapa yang kasih dan apa bentuknya. Harusnya, kan, gratifikasi ketangkap tangan dari dan langsung, ini saya, kan, tidak pernah. Saya awam hukum. Tapi, setahu saya, proses hukum tidak begitu," kata Wa Ode.

Seperti diberitakan, KPK telah menetapkan Wa Ode dalam kasus dugaan gratifikasi terkait pengalokasian anggaran percepatan pembangunan infrastruktur daerah (PPID) tahun anggaran 2011. Anggota Badan Anggaran DPR itu diduga menerima aliran dana Rp 6 miliar untuk meloloskan alokasi anggaran PPID di tiga kabupaten Nanggroe Aceh Darussalam, yakni Aceh Besar, Pidie, dan Benar Meriah.

Politikus PAN yang pernah mengungkap dugaan praktik mafia anggaran di DPR itu diduga meminta fee sebesar 5-6 persen dari total nilai PPID tiga provinsi, Rp 40 miliar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau