Guru Diharapkan Berperan Membangun Karakter Bangsa

Kompas.com - 13/12/2011, 02:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengharapkan para guru di seluruh Indonesia untuk berperan aktif dalam membangun karakter bangsa dan membudayakan Pancasila.

"Guru harus berperan aktif dalam membangun karakter bangsa dan membudayakan Pancasila," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim pada acara "Rembuk Nasional Pembangunan Karakter Bangsa" di Jakarta, Senin (12/12/2011).

Musliar menjelaskan, pembentukan karakter bangsa sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dekat dengan nilai-nilai pancasila.

"Untuk itu diperlukan pendidikan bagi masyarakat di bidang agama, sosial, budaya dan lain sebagainya yang bertujuan untuk membangun karakter dan membudayakan pancasila khususnya bagi generasi muda penerus bangsa," katanya.

Dia juga menambahkan, membangun karakter bangsa bukan hanya menjadi tugas bagi guru di pendidikan formal melainkan juga di pendidikan informal.

Dia juga menambahkan, pembangunan karakter bangsa juga harus dilakukan pada berbagai lingkup kehidupan baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat yang disertai dengan pelembagaan nilai-nilai pancasila.

"Strategi yang harus ditempuh adalah dengan mengintegrasikan semua sumber daya sosial dan budaya, semua elemen bangsa, semua unsur penyelenggara negara dan unsur pimpinan bangsa," katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, menurut dia perlu dilakukan aksi oleh semua elemen bangsa sesuai dengan peran dan kedudukannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau