Angelina Belum Dicegah ke Luar Negeri

Kompas.com - 13/12/2011, 09:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Angelina Sondakh, belum dicegah bepergian ke luar negeri. Angie, sapaan Angelina, adalah satu-satunya nama politisi yang disebut dalam dakwaan Nazaruddin, terdakwa kasus suap wisma atlet, yang turut berperan dalam perkara tersebut. Nama Angie juga disebut Nazaruddin menerima uang Rp 9 miliar terkait dengan proyek wisma atlet ini.

"Belum ada permintaan pencegahan," kata Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Keimigrasian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Maryoto saat dihubungi Kompas.com, Senin (12/12/2011).

Menurut dia, pihak Imigrasi belum menerima surat permohonan pencegahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Secara terpisah, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pihaknya belum berkepentingan mencegah Angelina. "Orang dicegah itu kepentingannya penyidik, jika sewaktu-waktu yang bersangkutan diperiksa, tidak di luar negeri," kata Johan.

Saat ditanya kemungkinan KPK kembali memeriksa Angelina, Johan belum dapat memastikan.

Kasus suap wisma atlet melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, anak buah Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang, dan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI) Mohamad El Idris.

Mereka terlibat suap untuk memuluskan pemenangan PT DGI sebagai pelaksana proyek wisma atlet. Dalam persidangan Nazaruddin disebutkan, mantan anggota DPR itu pernah meminta kepada Angelina untuk memfasilitasi anak buahnya, Rosa, mendapatkan proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau