Ini Penyebab Merosotnya Prestasi Hamilton

Kompas.com - 13/12/2011, 20:56 WIB

KOMPAS.com - Pada musim balap F1 2010, prestasi Lewis Hamilton bisa dibilang kurang bagus. Dalam klasemen pebalap, andalan tim McLaren ini berada diperingkat kelima mengantongi total 227 angka. Mantan juara dunia 2007 ini kalah hebat dari rekan setimnya Jenson Button yang berhasil merebut posisi runner up dunia dengan perolehan angka 270.

Menurut bos F1 Bernie Ecclestone, buruknya penampilan Hamilton dikarenakan kesalahannya dalam memilih manajemen. Keputusan Hamilton untuk bergabung dengan Manajemen XIX Simon Fuller, kata Ecclestone sebagai 'bencana'.

Pasalnya, Manajemen XIX lebih berpengalaman urusan bisnis pertunjukkan ketimbang balap mobil. Nama-nama tenar seperti David dan Victoria Beckham, Jennifer Lopez, Will Young dan Andy Murray yang ditanganinya. "Jadi, sebaiknya ia (Hamilton) menjaga hubungan lebih dekat dengan sang ayah Anthony," pesan Ecclestone.

"Saya pikir dia (Hamilton) punya beberapa masalah pribadi yang turut mempengaruhi penampilannya," lanjut Ecclestone. Apa yang telah dilakukannya sangat tergantung oleh orang yang berada di sekelilingnya. Memang, ketika ditangani ayahnya, Hamilton agak sedikit tidak nyaman, sehingga ia lari. "Saya pikir ia tidak mengapresiasi betapa banyak peran ayahnya," papar orang tua yang cukup berpengaruh di F1 ini.

Selain hubungan kurang hamonis dengan ayahnya dan salah pilih manajamenHamilton juga putus dengan tunangannya yang artis Nicole S. Boleh jadi, inilah yang memicu penampilannya menjadi emosional dan agak agresif ketika berlomba. Akibatnya, bukan prestasi saja yang merosot, ia pun sempat mendapat hukuman saat lomba akibat senggolan dengan beberapa pebalap, di antaranya sama Felipe Massa (Ferrari).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau