Mengapa Kulit Coklat Lebih Menguntungkan?

Kompas.com - 14/12/2011, 16:10 WIB

KOMPAS.com - Industri kecantikan di Indonesia selama ini telah menciptakan suatu standar umum, bahwa cantik itu yang berkulit putih. Para perempuan, bahkan ada juga laki-laki, lalu berlomba-lomba memutihkan kulit. Upaya mereka dipermudah oleh banyaknya produk-produk pemutih kulit dari berbagai merek yang membanjiri pasar -meski hasilnya sebenarnya tak segera terlihat.

Padahal, sebagai orang Asia, kita memang harus menerima bahwa kulit kita memang cenderung gelap. Kulit kita terdiri atas tiga lapisan: epidermis, dermis, dan lapisan subkutis. Lapisan yang dapat terlihat, yaitu epidermis, tersusun dari keratinosit, sel-sel yang menyediakan perlindungan terhadap kulit. Epidermis juga mengandung melanosit, sel-sel khusus yang memproduksi melanin, atau pigmen coklat yang menyebabkan kulit kita terlihat gelap.

Nah, butir-butir pigmen melanin orang Indonesia lebih banyak, sehingga terlihat lebih coklat dari pada kulit kaukasia. Kita mesti bersyukur karena memiliki kulit yang cenderung coklat seperti ini.

"Dibandingkan dengan yang berkulit putih, kulit coklat nggak akan mudah terbakar. Orang kulit putih pasti akan mengalami sunburn, sementara kalau yang berkulit coklat hanya akan mengalami pencoklatan kulit," ujar dr Indira Urip Tranggono, MBA, dokter kosmetologi PT Ristra Indolab, pada Kompas Female, usai peluncuran produk Suncare di The 3 House, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2011) lalu.

Kondisi kulit yang memiliki pigmen melanin lebih banyak secara alami juga sudah memiliki perlindungan kulit terhadap sinar UV. Di samping itu, kulit sawo matang juga memberikan beberapa keuntungan lain:

* Warna kulit yang lebih hangat. Meskipun semua orang memiliki jumlah sel-sel melanosit yang sama, orang yang berkulit gelap mempunyai melanosit yang mampu menghasilkan melanin dalam jumlah banyak. Meningkatnya melanin inilah yang memberikan kulit warna yang lebih hangat, demikian menurut pakar penyakit kulit Susan C. Taylor, MD, yang juga penulis buku Brown Skin: Dr. Susan Taylor's Prescription for Flawless Skin, Hair, and Nails.

* Perlindungan alami terhadap paparan sinar matahari, dan menurunkan risiko kanker kulit. Jumlah melanin yang lebih banyak menjaga kulit Anda dari efek jangka pendek paparan sinar matahari, seperti kulit yang terbakar (sunburn). Kondisi melanin yang sama juga melindungi Anda dari efek jangka panjang, seperti penuaan dini dan kanker kulit, seperti melanoma. Tingkat pengidap kanker kulit di kalangan orang Afro-Amerika jauh lebih rendah daripada kalangan kaukasia. Bila Anda memiliki kulit yang cenderung coklat, Anda juga memiliki kulit yang berkilau secara alami. Anda tidak perlu berjemur atau menjalani perawatan tanning bed untuk mendapatkannya.
   
* Menghambat radikal bebas. Radikal bebas akan dihadapi sebagai akibat menyebarnya kerusakan sel-sel manusia. Menurut Diana Clarke, pendiri situs The Sun and Your Skin, melanin berperan dalam mencegah kerusakan kulit yang disebabkan oleh radikal bebas. "Melanin memengaruhi lemak yang menahan kelembaban di stratum corneum (lapisan terluar pada epidermis). Jika kulit kehilangan kelembabannya, kulit menjadi kering dan pecah-pecah," tutur Clarke.

* Terlihat lebih muda.  Tanda-tanda penuaan akan lebih sulit terlihat, misalnya kerutan yang dalam, garis-garis halus, dan bintik-bintik hitam pada wajah. Itu sebabnya, orang Indonesia selalu terlihat lebih muda ketimbang orang bule dengan usia yang sama! Hal ini dikarenakan kandungan melanin pada kulit Anda yang lebih besar.

Meski begitu, Anda juga perlu tahu bahwa kulit yang lebih gelap juga memiliki kekurangan:

* Lebih banyak melanin membuat kulit lebih reaktif.  Artinya, hampir setiap rangsangan, seperti ruam, goresan, jerawat, atau peradangan, bisa memicu produksi melanin yang berlebihan. Akibatnya, muncul bercak-bercak hitam pada kulit. Area hitam ini merupakan akibat hiperpigmentasi paska peradangan. Warna kulit menjadi berubah, tidak rata, dan butuh waktu berbulan-bulan untuk kembali seperti semula. Oleh karena itu Anda perlu rutin mengenakan krim tabir surya untuk mencegah berbagai masalah ini.

* Risiko mengalami keloid lebih besar. Kulit yang cenderung gelap lebih rentan mengembangkan problem seperti keloid, benjolan atau jaringan kulit yang tumbuh pada bekas luka. Meskipun tidak membahayakan, bagi para perempuan keloid bisa mengurangi keindahan kulit dan penampilan.

(Dari berbagai sumber)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau