Pedagang Sayur Diperkosa di Angkot M-26

Kompas.com - 14/12/2011, 19:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerkosaan di dalam angkutan kota jenis mikrolet kembali terjadi. Kali ini kasus tersebut menimpa seorang pedagang sayur, berinisial RS (40). Ia diperkosa di dalam angkot dan dibuang pelaku di kawasan, Cikeas, Jawa Barat, Rabu (14/12/2011).

Kasat Reskrim Polresta Depok, AKP Febriansyah mengatakan kejadian tersebut bermula saat korban yang merupakan pedagang sayuran itu hendak pergi ke Pasar Kemiri Muka, Beji, Depok, Jawa Barat dari kediamannya di kawasan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Dari dekat kediamannya, ia menumpangi angkot M-26, jurusan Kampung Melayu-Bekasi, yang memang sopirnya banyak tinggal di kawasan Pancoran Mas. Setiap hari, untuk menuju Kampung Melayu angkot tersebut pasti melewati Pasar Kemiri Muka. Pagi ini di angkot yang ia tumpangi sudah ada beberapa orang laki-laki di dalamnya. Tapi RS tidak menaruh curiga.

Belum jauh RS menumpangi angkot, tiba-tiba seorang laki-laki yang lebih dahulu naik menodongkan golok ke korban, dan sang supir pun membelokan kendaraan ke arah Cilodong, dan melewati Jalan Raya Bogor. Lalu terakhir sopir membawa Rosmiati ke kawasan Cikeas, Cibubur, Jawa Barat.

"Di dalam angkot korban diperkosa, dan harta bendanya dirampas," kata Kasat Reskrim.

Sepasang anting korban pun gasak pelaku dan uang untuk belanja sayuran sekitar Rp 500 ribu, juga tidak luput dari incaran pelaku. Usai diperkosa, korban kemudian dibuang di kawasan Cikeas, Jawa Barat hingga akhirnya ditemukan warga, lalu diselamatkan oleh petugas Kepolisian. (Tribunnews.com/ Nurmulia Rekso Purnomo).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau