Peringati 60 tahun elizabeth ii jadi ratu

Anggota Kerajaan Inggris Keliling Dunia pada 2012

Kompas.com - 14/12/2011, 22:10 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Keluarga Kerajaan Inggris akan melakukan perjalanan keliling dunia, termasuk ke Singapura, tahun 2012, untuk merayakan 60 tahun Ratu Elizabeth II menjadi pemimpin Kerajaan Inggris.

Istana Buckingham dalam pengumumannya pada Rabu (14/12/2011) menyebutkan, Pangeran William dan istrinya, Catherine, akan melakukan perjalanan ke kawasan Asia Pasifik, sementara Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, akan mengunjungi sejumlah negara, termasuk Australia dan Kanada.

Ratu Elizabeth II (85) dan suaminya, Pangeran Philip (90), akan tetap berada di Inggris, tetapi akan melakukan perjalanan ke Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

"Anggota keluarga kerajaan akan melakukan perjalanan keliling dunia mewakili Ratu yang memperingati 60 tahun memimpin Kerajaan Inggris, mengunjungi negara-negara Commonwealth, Crown Dependencies, dan British Overseas Territories," demikian juru bicara Istana Buckingham dalam pernyataannya.

Perjalanan keliling dunia itu ditambah dengan acara di Inggris, memperingati 60 tahun Ratu Elizabeth II memimpin Kerajaan Inggris, termasuk kontes besar-besaran di Sungai Thames yang melibatkan lebih dari 1.000 perahu dan tata cahaya di seluruh Inggris.

Dalam jadwal tersebut, Pangeran William, cucu Ratu Elizabeth II dan pewaris takhta Kerajaan Inggris, akan melakukan perjalanan bersama sang istri, Putri Catherine, ke Malaysia, Singapura, Kepulauan Solomon, dan Tuvalu.

Kepulauan Tuvalu di Pasifik tidak dikunjungi kerajaan dalam dekade terakhir ini. Ketika Ratu dan suaminya melakukan perjalanan tahun 1982, mereka hanya naik perahu ke ibu kota Funafuti.

Sementara itu, Pangeran Harry, adik Pangeran Willian, akan melakukan perjalanan luar negeri pertamanya yang mewakili Ratu, ke Belize, Jamaika, dan Kepulauan Bahama.

Ayah Pangeran William dan Harry, Pangeran Charles, akan melakukan perjalanan bersama istrinya, Camilla, ke Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Papua Niugini. Charles juga akan mengunjungi Kepulauan Channel di lepas pantai Perancis.

Kepulauan Falkland di selatan Samudra Atlantik, yang menjadi obyek perang antara Inggris dan Argentina tahun 1982 silam, akan menerima kunjungan dari sepupu Ratu, yaitu Edward, Duke of Kent.

Putra kedua Ratu Elizabeth II, Pangeran Andrew, akan mengunjungi India, sedangkan anak perempuan Ratu, yaitu Putri Anna, akan mengunjungi Mozambique dan Zambia. Anak bungsu Ratu, Pangeran Edward, dan istrinya, Sophie, akan mengunjungi kawasan Karibia.

Ada 15 negara di mana Ratu Inggris tetap menjadi kepala negara. Sementara itu, negara-negara Persemakmuran (Commonwealth) berjumlah 54 negara sebelumnya adalah koloni Inggris, Crown Dependencies, termasuk Kepulauan Channel, sedangkan Kepulauan Falkland dan Bermuda adalah contoh dari British Overseas Territories.

Elizabeth II adalah ratu terlama kedua yang memerintah dalam sejarah Inggris, setelah nenek moyangnya, Ratu Victoria, yang memerintah selama 63 tahun. Elizabeth II menjadi ratu setelah ayahnya, Raja George VI, meninggal dunia pada 6 Februari 1952.

Perjalanan ini bertujuan melanjutkan popularitas Ratu sebagai bangsawan Inggris pasca-persoalan yang mendera Kerajaan Inggris menyusul meninggalnya Putri Diana tahun 1997.

Istana Buckingham juga mengumumkan bahwa Inggris memperpanjang libur akhir pekan pada 2-5 Juni untuk merayakan 60 tahun kepemimpinan Ratu Elizabeth II, sedangkan negara-negara Kanada, Australia, dan Selandia Baru, melakukan dengan cara mereka sendiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau