Simpanan di Atas Rp 5 Miliar Naik

Kompas.com - 15/12/2011, 07:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pertumbuhan jumlah kelas menengah di Indonesia akibat dari pertumbuhan ekonomi antara lain terlihat dari semakin meningkatnya nilai simpanan di bank. Berdasarkan data, terjadi lonjakan simpanan di bank, terutama simpanan dengan nilai di atas Rp 5 miliar.

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dikutip Kompas, Rabu (14/12/2011), simpanan bank umum pada Oktober 2011 mencapai Rp 2.625 triliun, naik Rp 38,18 triliun dibandingkan pada September 2011. Jumlah rekening juga tumbuh dari 100,324 juta rekening pada September 2011 menjadi 100,681 juta rekening pada Oktober 2011.

Kenaikan terbesar terjadi pada segmen simpanan dengan nominal di atas Rp 5 miliar, yakni Rp 23,22 triliun. Dengan demikian, per akhir Oktober 2011, total simpanan di atas Rp 5 miliar mencapai Rp 1.081 triliun atau sebesar 41,21 persen dari seluruh simpanan di bank.

Simpanan pada data LPS tersebut meliputi dana pihak ketiga dan simpanan antarbank. LPS menjamin simpanan untuk setiap nasabah pada satu bank maksimum Rp 2 miliar.

Soal nasabah dengan simpanan besar atau nasabah prima, Bank Indonesia (BI) menerbitkan Surat Edaran tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank Umum yang Melakukan Layanan Nasabah Prima per 9 Desember lalu. Dengan adanya edaran ini, kasus pembobolan dana nasabah prima, seperti dalam kasus Citibank oleh Malinda Dee, tidak terjadi lagi.

Kepala Biro Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Irwan Lubis menjelaskan, berdasarkan aturan ini, due diligence atau uji tuntas nasabah prima harus ditingkatkan oleh bank. ”Sumber dana harus high profile, harus diperjelas lagi oleh bank,” kata Irwan.

Perbankan membidik pertumbuhan kelas menengah—yang ditandai dengan meningkatnya jumlah nasabah kaya—dengan mengembangkan layanan prima. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, yang selama ini memiliki bisnis inti kredit pemilikan rumah, pun membuka layanan prima sejak bulan Oktober lalu.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk juga menambah kantor layanan nasabah prima di Medan, Sumatera Utara, yang nasabah kayanya tumbuh pesat. Menurut Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali, persaingan bisnis perbankan untuk nasabah prima semakin ketat. (idr)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau