Konflik warga-perusahaan

Komnas HAM Sudah Selidiki Mesuji

Kompas.com - 15/12/2011, 11:41 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia pernah mengirimkan tim untuk menyelidiki insiden di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Hasilnya, tim menemukan konflik di sana.

Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Nurkholis, mengatakan, tim ke Mesuji pada April 2011. Tim ke sana setelah ada bentrokan yang menewaskan tujuh orang. "Kami menemukan konflik dan sudah membuat rekomendasi tindak lanjut," katanya kepada Kompas, Kamis (15/12/2011).

Sebelumnya, pengacara Todung Mulya Lubis mendesak Komnas HAM mengusut dugaan pembantaian Mesuji. Dugaan itu meluas setelah sejumlah perwakilan marga Megoupak melapor ke Komisi III DPR, Rabu kemarin.

Dalam laporan itu, warga antara lain menunjukkan video pembunuhan beberapa warga. Nurkholis mengatakan, konflik pada April 2011 adalah antara warga dan karyawan perusahaan perkebunan. Bentrok itu bermula dari penemuan dua mayat warga di dalam kawasan perkebunan. Warga marah dan mendatangi kantor perusahaan. Akibatnya, terjadi bentrok dan menimbulkan lima korban jiwa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau