Demokrat Silaturahim, Pembahasan Timwas Century Ditunda

Kompas.com - 15/12/2011, 12:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Agenda pembahasan masa kerja Tim Pengawas (Timwas) kasus Bank Century dalam sidang paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (15/12/2011), ditunda. Pasalnya, semua anggota Fraksi Partai Demokrat harus menghadiri acara silaturahim partai.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang memimpin sidang mengatakan, Fraksi Partai Demokrat meminta agar pembahasan masalah Timwas Century dilakukan pada rapat paripurna terakhir, Jumat (16/12/2011).

Pramono kemudian meminta persetujuan anggota Dewan yang hadir terkait penundaan ini. Atas rencana itu, hanya Akbar Faisal, anggota Timwas dari Fraksi Partai Hanura, yang tak setuju pembahasan ditunda. Alasannya, fraksinya ada kegiatan besok.

Akhirnya, Pramono memutuskan untuk menunda pembahasan masalah Timwas Century besok. Sedianya, Timwas akan melaporkan hasil kerja hari ini. Selain itu, Timwas akan meminta perpanjangan masa kerja yang akan habis Desember 2011.

Alasan perpanjangan yakni audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan mengenai aliran dana Bank Century baru disampaikan ke DPR pada 23 Desember 2011. Selain itu, telah terpilih pimpinan KPK baru yang diharapkan dapat menyelesaikan kasus Century.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau