Epilepsi

Tidak Hanya Kejang Berliur, Bengong Juga Gejala Epilepsi

Kompas.com - 15/12/2011, 17:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Kasus epilepsi berprevalensi 8,2 tiap 1.000 penduduk dan angka insidensi mencapai 50 per 100.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 220 juta, diperkirakan jumlah pasien epilepsi mencapai 1,8 juta.

"Namun, data pastinya tidak ada. Di Yayasan Epilepsi Indonesia hanya 200 anggota," ucap Ketua Yayasan Epilepsi Indonesia, dr Irawati Hawari SpS, Kamis (15/12/11) di Jakarta.

Yayasan Epilepsi Indonesia mengadakan pertemuan sesama penderita epilepsi dengan dokter dan pemerhatinya setiap tiga bulan sekali. Namun, dalam setiap pertemuan hanya diikuti 50 orang saja. Ini karena anggotanya sebagaian besar adalah kelompok masyarakat tidak mampu yang terkendala biaya transpor. Padahal, dalam pertemuan itu pasien bisa mendapatkan/membeli obat-obatan epilepsi yang meski murah, sulit didapatkan di apotek-apotek biasa.

Epilepsi atau ayan tidak hanya berupa reaksi tubuh kelojotan atau kejang-kejang disertai keluar air liur. Penyakit epilepsi juga bisa bermanifestasi dalam bentuk bengong. Orang yang bengong namun tidak sadar meski telah ditepuk atau dipanggil namanya, menunjukkan gejala epilepsi.

Hal ini bisa menurunkan prestasi belajar pada anak atau konsentrasi kerja bagi pekerja. Sayangnya, hingga kini belum diketahui pasti berapa jumlah penderita epilepsi maupun sebarannya di Indonesia. Yayasan Epilepsi Indonesia berupaya menjaring data itu dengan membuat survei yang bisa diakses di http://www.ina-epsy.org. Namun sayangnya, sejak beberapa waktu diluncurkan, peserta survei masih puluhan orang.

Ia mengatakan, survei ini akan sangat membantu dalam memberi masukan kepada pemerintah atau pun menjadi bahan dalam pemberian pertolongan/perawatan bagi pasien.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau