DEPOK, KOMPAS.com — Istri perwira polisi, EK (44), tidak mengalami trauma setelah peristiwa yang dilaporkannya. Dia mengaku mengalami perampokan, disertai penganiayaan dan pemerkosaan di rumahnya, Minggu (11/12/2011) dini hari.
Penyidik mengetahui EK tidak trauma setelah melihat hasil tes psikologi di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya.
"Hasil tes psikologi juga menyebutkan, EK memiliki kecerdasan di atas rata-rata, memiliki pola kerja yang cermat dan teliti, serta memiliki keinginan untuk diperhatikan lingkungannya," tutur Kepala Polres Kota Depok Komisaris Besar Mulyadi Kaharni, Kamis (15/12/2011), di Depok.
Setelah menjalani tes psikologi, EK rencananya menjalani pemeriksaan dengan menggunakan alat tes kebohongan di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jumat (16/
12/2011) pukul 09.00. Rangkaian tes ini dilakukan polisi untuk menguji kebenaran laporan EK.
"Kami ingin membuktikan kebenaran laporan EK sebelumnya," kata Mulyadi.
Meski sudah ada hasil tes psikologi tersebut, Mulyadi belum dapat mengambil kesimpulan mengenai EK. Hasil penyelidikan sementara terkait laporan itu memunculkan fakta yang mengejutkan.
Polisi tidak menemukan jejak orang masuk ke rumah EK dari jendela. Debu di jendela rumah bagian belakang juga masih tebal, seperti belum terjamah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang