Kasus pelecehan seksual

Istri Polisi Itu Tidak Mengalami Trauma

Kompas.com - 15/12/2011, 19:50 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Istri perwira polisi, EK (44), tidak mengalami trauma setelah peristiwa yang dilaporkannya. Dia mengaku mengalami perampokan, disertai penganiayaan dan pemerkosaan di rumahnya, Minggu (11/12/2011) dini hari.

Penyidik mengetahui EK tidak trauma setelah melihat hasil tes psikologi di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya.

"Hasil tes psikologi juga menyebutkan, EK memiliki kecerdasan di atas rata-rata, memiliki pola kerja yang cermat dan teliti, serta memiliki keinginan untuk diperhatikan lingkungannya," tutur Kepala Polres Kota Depok Komisaris Besar Mulyadi Kaharni, Kamis (15/12/2011), di Depok.

Setelah menjalani tes psikologi, EK rencananya menjalani pemeriksaan dengan menggunakan alat tes kebohongan di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jumat (16/
12/2011) pukul 09.00. Rangkaian tes ini dilakukan polisi untuk menguji kebenaran laporan EK.

"Kami ingin membuktikan kebenaran laporan EK sebelumnya," kata Mulyadi.

Meski sudah ada hasil tes psikologi tersebut, Mulyadi belum dapat mengambil kesimpulan mengenai EK. Hasil penyelidikan sementara terkait laporan itu memunculkan fakta yang mengejutkan.

Polisi tidak menemukan jejak orang masuk ke rumah EK dari jendela. Debu di jendela rumah bagian belakang juga masih tebal, seperti belum terjamah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau