TERNATE, KOMPAS.com — Belasan rumah di sejumlah lokasi di Ternate, Maluku Utara, mengalami rusak berat dan ringan akibat diterjang banjir lahar dingin letusan Gunung Gamalama menyusul hujan deras yang melanda daerah ini pada Rabu (14/12/2011) malam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate Jimmy D Brifing mengatakan di Ternate, Kamis, sebanyak empat jembatan di beberapa lokasi di Ternate juga terputus akibat terjangan banjir lahar dingin letusan Gunung Gamalama tersebut.
Sebanyak 43 rumah di Kelurahan Salahuddin dan Kelurahan Moyo, Kecamatan Kota Ternate Tengah, juga terendam banjir akibat hujan deras selama 4 jam pada Rabu malam. Namun, banjir itu kini surut dan hanya menyisakan endapan lumpur dan batang kayu.
"Korban jiwa akibat banjir tersebut tidak ada. Namun, ada sejumlah warga mengalami luka akibat terkena pecahan kaca dan seng saat berusaha menyelamatkan barang-barang mereka yang terendam banjir," katanya, Kamis (15/12/2011).
Ratusan warga di Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara, juga mengungsi setelah banjir lahar dingin merusak sejumlah rumah dan menggenanggi daerah yang merupakan kawasan titik rawan letusan Gunung Gamalama itu.
Ia mengatakan, warga yang mengungsi tersebut ditampung di sejumlah titik lokasi penampungan bersama dengan warga lainnya yang mengungsi dua pekan lalu sesaat setelah Gunung Gamalama meletus.
Tim dari BPBD Kota Ternate bersama dengan relawan dari Tagana serta anggota TNI dan Polri diturunkan ke daerah-daerah yang diterjang banjir tersebut. Mereka membersihkan material lumpur dan kayu yang menutupi jalan.
Sementara itu, Wali Kota Ternate Burhan Abdurrahman saat meninjau lokasi yang diterjang banjir lahar dingin tersebut meminta kepada warga untuk tetap tenang, tetapi harus waspada karena tidak tertutup kemungkinan banjir serupa akan terjadi.
Masalahnya, saat ini di Ternate memasuki musim hujan, sementara material lahar dingin letusan Gunung Gamalama masih banyak mengendap di puncak dan lereng gunung yang setiap saat akan turun ke bawah terbawa air hujan.
Ia meminta kepada warga Ternate agar tidak lagi membangun rumah di pinggir kali, apalagi sampai mempersempit alur kali untuk bangunan rumah atau bangunan lainnya yang dapat mengganggu fungsi kali itu.
Salah satu penyebab terjadi banjir di Kota Ternate selama ini adalah alur sungai yang menjadi saluran air hujan dari daerah ketinggian semakin menyempit menyusul banyak warga membangun rumah di sepanjang pinggir kali.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang