Penyakit

Kasus DBD di Jakbar Menurun 76 Persen

Kompas.com - 16/12/2011, 03:20 WIB

Jakarta, Kompas - Jumlah kasus demam berdarah dengue di Jakarta Barat sepanjang tahun 2011 menurun hingga 76 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, warga diminta tetap waspada karena kasus demam berdarah cenderung meningkat saat musim hujan.

Data dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat (Jakbar) menyebutkan, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) tahun 2011 mencapai 1.166 kasus. ”Tahun ini tidak ada warga yang meninggal akibat DBD,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakbar Parwathi, Kamis (15/12).

Tahun 2010, DBD di Jakbar mencapai 4.858 kasus, dan 5 penderita meninggal dunia. Sementara pada Januari 2011 tercatat terdapat 286 kasus DBD. Setiap bulan angka kasus DBD terus menurun.

Memasuki Desember 2011, tercatat 16 kasus DBD. Jumlah kasus DBD terbanyak terdapat di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng.

Hingga Januari 2012 diharapkan kasus DBD di Jakbar terus menurun. Curah hujan yang di- prediksi tinggi diharapkan tidak akan memberi kesempatan bagi jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD bisa berkembang biak.

Kesadaran warga

Penurunan kasus DBD di Jakbar, menurut Parwathi, berkat gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang giat dilakukan masyarakat setiap hari Jumat. ”Warga semakin sadar untuk melakukan PSN, dan kami minta agar warga tetap waspada DBD dan terus melakukan PSN,” ujar Parwathi.

Awaludin (25), warga Duri Kosambi, Cengkareng, menuturkan, warga di sekitar tempat tinggalnya semakin sadar untuk menjaga lingkungan guna mencegah merebaknya DBD.

”Sebenarnya masyarakat sendiri yang bisa menjaga lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak. Kadang-kadang saya khawatir juga kalau DBD makin lama makin banyak diderita orang. Di lingkungan ini warga rajin membersihkan lingkungan,” ujar Awaludin.

Secara keseluruhan, kasus DBD tertinggi di wilayah DKI Jakarta sepanjang 2011 terdapat di Jakarta Utara. Jumlah penderita DBD tahun ini di wilayah itu mencapai 1.584 orang. Kasus terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Kelapa Gading. Hingga pertengahan September, angka kejadian DBD di Jakarta 57,31 per 100.000 penduduk. (FRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau