Fasilitas umum

Awas, Halte Busway Pesakih Rawan Ambruk

Kompas.com - 16/12/2011, 09:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sudah hampir setahun ini, atap halte bus transjakarta, yang panjangnya 15 meter, di Pesakih, Jalan Daan Mogot Km 12,5, banyak yang hilang. Bahkan, besi penyangga halte tersebut juga sudah keropos sehingga dikhawatirkan ambruk dan mebuat penumpang celaka.

Landong (40), pedagang minuman ringan yang mangkal di halte bus transjakarta tersebut, mengatakan, copotnya sebagian atap halte itu karena ditiup angin kencang setahun lalu.

"Tiang besi penyangganya juga sering terkena air sehingga mulai berkarat. Kalau dibiarkan, kerusakan akan semakin parah dan besinya menjadi keropos hingga rawan ambruk,” ujar Landong, Jumat (16/12/2011).

Camat Kalideres Ahmad Yala mengaku mendapat laporan terkait kondisi halte bus transjakarta yang atapnya banyak yang copot. Namun, untuk perbaikannya, Ahmad Yala menuturkan, itu bukan kewenangannya, tetapi ada pada Dinas Perhubungan DKI dan pihak transjakarta.

"Untuk masalah itu, meski bukan kewenangan saya, demi adanya perbaikan, saya sudah pernah utarakan kepada pihak sudin perhubungan. Namun, soal kondisinya masih seperti itu, tanyakan langsung kepada pihak yang bersangkutan,” jawabnya.

Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Barat Suyoto, yang coba dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, tidak menjawab meski terdengar nadanya aktif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau