JAKARTA, KOMPAS.com — Sudah hampir setahun ini, atap halte bus transjakarta, yang panjangnya 15 meter, di Pesakih, Jalan Daan Mogot Km 12,5, banyak yang hilang. Bahkan, besi penyangga halte tersebut juga sudah keropos sehingga dikhawatirkan ambruk dan mebuat penumpang celaka.
Landong (40), pedagang minuman ringan yang mangkal di halte bus transjakarta tersebut, mengatakan, copotnya sebagian atap halte itu karena ditiup angin kencang setahun lalu.
"Tiang besi penyangganya juga sering terkena air sehingga mulai berkarat. Kalau dibiarkan, kerusakan akan semakin parah dan besinya menjadi keropos hingga rawan ambruk,” ujar Landong, Jumat (16/12/2011).
Camat Kalideres Ahmad Yala mengaku mendapat laporan terkait kondisi halte bus transjakarta yang atapnya banyak yang copot. Namun, untuk perbaikannya, Ahmad Yala menuturkan, itu bukan kewenangannya, tetapi ada pada Dinas Perhubungan DKI dan pihak transjakarta.
"Untuk masalah itu, meski bukan kewenangan saya, demi adanya perbaikan, saya sudah pernah utarakan kepada pihak sudin perhubungan. Namun, soal kondisinya masih seperti itu, tanyakan langsung kepada pihak yang bersangkutan,” jawabnya.
Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Barat Suyoto, yang coba dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, tidak menjawab meski terdengar nadanya aktif.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang