Mengukur Tingkat Kematangan Daging Steak

Kompas.com - 16/12/2011, 09:58 WIB

KOMPAS.com - Daging sapi Australia berkualitas tinggi seperti tenderloin atau wagyu, paling cocok dimasak dengan cara yang sederhana. Daging sapi Australia tipe ini paling sering dipanggang menjadi steak. Nah, untuk membuat steak yang lezat dan empuk dengan tingkat kematangan yang sesuai harapan, Anda dapat menggunakan sentuhan tangan. Dengan sedikit latihan Anda dapat menilai tingkat kematangan steak dengan cara ini.

Rare
Buat lingkaran dengan telunjuk dan ibu jari Anda. Sentuh telapak tangan yang menjadi bagian dari lingkaran tersebut. Terasa empuk, bukan? Dengan ujung jari atau punggung penjepit, tekan bagian tengah steak. Bila tekstur empuknya sama dengan telapak tangan Anda, berarti steak telah mencapai tingkat kematangan mentah atau rare.

Medium rare
Dari posisi di atas, geser ibu jari hingga menyentuh jari tengah dan sentuh bagian telapak tangan yang sama. Tekstur ini merupakan ciri steak yang telah mencapai tingkat kematangan mentah-sedang (medium rare).

Medium
Geser lagi ibu jari hingga menyentuh jari manis Anda, untuk mengetahui kematangan medium (matang sedang).

Welldone
Sentuh jari kelingking dengan ibu jari, maka telapak tangan di bawah ibu jari akan terasa lebih keras. Inilah ciri steak yang matang sempurna atau welldone.

Sumber: Meat & Livestock Australia

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau