Agar Seks Bikin Bahagia

Kompas.com - 16/12/2011, 12:12 WIB

KOMPAS.com — Hubungan seks dalam pernikahan punya banyak manfaat, psikis juga fisik. Artinya, seks baik untuk Anda dan pasangan. Agar hal baik ini mendatangkan kebahagiaan, Anda dan pasangan perlu mengupayakannya.

Sesuatu yang baik akan memberikan kebahagiaan jika Anda dan dia memahami betul keinginan dan kebutuhan masing-masing dalam berhubungan seks. Agar dapat menikmati seks yang membawa perasaan bahagia, Anda dapat menjawab pertanyaan ini:

1. Apa keinginan Anda?
Apa yang ingin Anda dapatkan dari hubungan seks? Apakah untuk mencapai orgasme yang memuaskan hasrat atau menciptakan intimasi juga meningkatkan perasaan cinta dan kasih sayang melalui hubungan seks?

Inilah pentingnya komunikasi dengan pasangan. Membicarakan apa yang menjadi keinginan Anda dalam bercinta penting disampaikan. Setidaknya, Anda memahami dalam diri sendiri bahwa ada tujuan yang ingin Anda capai dalam berhubungan seks. Bukan sekadar menjalaninya sebagai "kewajiban" istri terhadap suami misalnya, atau rutinitas semata.

2. Ketertarikan fisik atau emosi?
Hal apa yang menimbulkan hasrat Anda untuk bercinta? Apakah fisik atau penampilan, dandanan, atau bahkan pakaian dalam yang dikenakannya yang merangsang gairah? Atau keinginan berhubungan seks muncul karena dorongan dari dalam diri Anda untuk bercinta dengan pasangan sebagai ungkapan emosi dan rasa kasih sayang?

Meski pasangan mengalami perubahan fisik, tetapi jika hubungan emosi tetap terjaga seperti saat pertama kali bertemu atau menikah, seks tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan dan membahagiakan, bukan? Anda merasa bahagia karena seks muncul dalam pernikahan bukan karena fisik pasangan, melainkan perasaan cinta yang terpelihara.

3. Prinsip Dalai Lama
Dalam bukunya yang berjudul The Art of Happiness: A Handbook for Living, Dalai Lama membahas mengenai kenikmatan versus kebahagiaan. Sarannya, selalu tanyakan kepada diri sendiri, "Apakah yang saya lakukan ini memberikan kebahagiaan?"

Jika pertanyaan ini selalu Anda ajukan ke dalam diri, Anda akan mendapatkan bimbingan saat membuat keputusan.

Dalam hubungan seks, aktivitas yang dilakukan bukan sekadar untuk membuat Anda dan dia merasa lebih baik atau senang. Seks semestinya mendatangkan kebahagiaan yang kemudian meningkatkan kualitas hubungan berpasangan. Jika ingin mencapainya, tentunya pasangan menikah perlu mengupayakan bersama agar aktivitas seksual yang dijalani berujung pada kebahagiaan, bukan sekadar mencari kenikmatan.

4. Terbuka bicara seks
Menikmati intimasi dan bersenang-senang dengan aktivitas seksual menjadi pemenuhan kebutuhan biologis yang muncul alami dalam diri setiap orang. Meski begitu, bukan berarti Anda tak bisa membicarakannya secara terbuka dengan pasangan.

Aktivitas seksual terjadi secara alami sebagai pemenuhan kebutuhan biologis. Meski begitu, Anda dan pasangan juga perlu membicarakan seks, terutama mengenai keinginan dan kebutuhan masing-masing. Dengan terbuka bicara seks, Anda dan pasangan dapat saling memenuhi kebutuhan seksual dan mengurangi kekecewaan. Selanjutnya, Anda dan pasangan menemukan kebahagiaan yang memang layak Anda dapatkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau