Alam

Selatan Filipina Kini Tak Bebas Topan

Kompas.com - 16/12/2011, 19:21 WIB

KOMPAS.com — Kawasan selatan Filipina tak lagi bebas topan. Buktinya, tulis AFP pada Jumat (16/12/2011), sekitar 300 orang di kawasan itu terpaksa meninggalkan rumah menuju tempat lebih tinggi.

Hujan lebat sejak Kamis malam kemarin lantaran badai tropis Washi membuat banjir di Dipolog, Mindanao. Demikian dikatakan Kepala Operasi Pertahanan Sipil Edgar Ollet.

"Saya mengharapkan kami akan berusaha menghindarkan jatuhnya korban. Daerah ini jarang dilanda topan, yang berarti penduduk lokal mungkin tidak siap, dibandingkan dengan daerah lain negara itu," kata Ollet.
    
Washi menurut badan cuaca negara itu menghantam pantai tenggara Mindanao pada pukul 14.30 waktu setempat (13.30 WIB) dengan kecepatan angin 90 km per jam. Menurut ahli cuaca Gilbert Aquino, badai itu kini sedang bergerak ke barat melintasi pulau besar itu.
    
Mindanao sebagian besar merupakan daerah pertanian yang dianggap lumbung pangan negara itu. "Daerah itu jarang dilanda topan," kata Aquino sembari menambahkan, para pejabat wilayah itu telah disiagakan untuk memperingatkan penduduk akan bahaya-bahaya tanah longsor dan banjir bandang.
    
Filipina setiap tahun dilanda 20 badai kuat. Badai paling berat menghantam Luzon, pulau terbesar dan paling banyak penduduk di negara Asia Tenggara itu.
    
Data pemerintah menunjukkan, dua topan, Nesat dan Nalgae, melanda negara itu selama beberapa hari, masing-masing dari 27 September, menyebabkan 100 orang tewas. Sementara itu, badai tropis Banyan menewaskan delapan orang lainnya pada Oktober.
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau