Pemerkosaan di angkot

Keterangan Keberadaan Wanita Berubah-ubah

Kompas.com - 17/12/2011, 16:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keterangan RS (40), korban perkosaan di dalam angkutan umum Mikrolet M-26 jurusan Kampung Melayu-Bekasi berubah-ubah. Semula korban mengatakan ada seorang perempuan di sebelah sopir, namun sesekali korban mengatakan tidak. Hal tersebut dikatakan Kepala Sub Bidang Umum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika saat ditemui Kompas.com di Rumah sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/12/2011).

"Menurut pengakuan korban ada tiga, tapi sesekali korban bilang ada empat," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, terdapat empat orang yang berada di dalam angkutan umum yang ditumpangi RS. Dua orang pria di belakang, satu sopir pria dan satu orang perempuan di sebelah sopir. Namun kepolisian akan terus menyelidiki keberadaan perempuan tersebut.

Terkait apakah pelaku merupakan orang lama, Helmi mengatakan pihaknya terus melakukan segala upaya untuk mengungkap kasus tersebut. "Ya, kami akan coba kroscek dengan database yang ada di Polda Metro Jaya," ujarnya.

RS adalah pedagang sayur yang diperkosa di dalam angkutan umum Mikrolet M26 Jurusan Kampung Melayu-Bekasi, Rabu (14/12/2011). Selain memerkosa, pelaku juga merampas uang belanja sebesar Rp 500.000 serta sepasang anting korban. RS lalu diturunkan di Jalan Alternatif Cibubur, dua kilometer dari pos polisi Cikeas.

RS kemudian meminta tolong  PJR yang tengah berjaga. Sampai Sabtu sore, RS masih dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kondisi RS sudah mulai membaik dan sudah bisa berkomunikasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau