Korban Helikopter Freeport Warga Filipina

Kompas.com - 17/12/2011, 19:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penembakan terhadap helikopter pengangkut karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, Sabtu (17/12/2011) pagi, mengakibatkan seorang warga negara Filipina mengalami luka ringan di bagian leher.

Luka di leher perempuan itu diperkirakan akibat serpihan kaca pesawat. "Adapun korban yang luka ringan di leher atas nama Mary Jane Mather," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Wachyono.

Ia menjelaskan, penembakan oleh orang tidak dikenal terjadi sekitar pukul 08.25 WIT, beberapa menit setelah helikopter Hevilift milik Nyaman Air jenis Mil Mi-8/17 nomor registrasi ER-MHL yang diawaki Kapten Igor Knyazev dan Vladimir, berpenumpang 26 orang, mengudara dari helipad Tembagapura.

"Sekitar satu sampai dua menit dengan ketinggian sekitar 600 feet, tiba-tiba ditembaki OTK (orang tidak dikenal), diperkirakan masih di atas Desa Banti, dan mengenai kaca jendela dekat pintu, ekor belakang tembus ke atas, kemudian propeller juga terkena tembakan. Ada empat lubang tembakan," ujarnya.

Akibat tembakan itu, helikopter terpaksa mendarat di helipad Timika pukul 08.37 WIT. Korban langsung dievakuasi ke Klinik Kuala Kencana dengan helikopter Airfast.

Atas penembakan itu, kepolisian, dipimpin Kapolres Mimika, langsung memproses olah tempat kejadian perkara. (Tribunnews/Abdul Qodir)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau