Bandung, Kompas -
Sebelum bertemu Satria Muda (SM), Aspac juga belum pernah kalah bertanding di empat laga yang dijadwalkan. Laga kemarin menjadi kekalahan pertama Aspac di Seri I NBL Bandung.
SM sebelumnya mengalahkan Garuda Speedy Bandung, Bimasakti Nikko Steel Malang, NSH GMC Riau, dan Muba Hangtuah IM Sumsel. Adapun Aspac unggul atas Pelita Jaya Esia Jakarta, NSH GMC Riau, Bimasakti Nikko Steel Malang, dan Stadium Jakarta.
Kedua tim cukup berimbang pada kuarter pertama dan kedua. SM unggul tipis pada kuarter pertama, tetapi dibalas Aspac pada kuarter kedua. Skor 31-29 untuk kemenangan Aspac pada paruh pertama laga. Faisal menjadi top scorer SM dengan 7 poin, sedangkan Galank Gunawan mengumpulkan 4 poin dan 10 rebound untuk SM. Ramadhani menyumbangkan 8 poin untuk Aspac dan Sigit Harun menambah 7 poin.
Pertahanan SM menguat di kuarter ketiga, dikawal oleh Dodo, hingga skor berakhir 49-46 untuk keunggulan SM. Aspac pun semakin tertinggal di kuarter keempat.
Pelatih SM Britama Fictor Roring sangat bersukacita dengan hasil ini mengingat hanya tiga pemain senior yang memperkuat tim, yakni Christian Ronaldo Sitepu, Faisal J Achmad, dan Welly Situmorang. ”Hasil ini sangat luar biasa buat kami. Memenangi semua laga di Bandung, ini tadinya di luar dugaan kami. Tentu kami senang sekali,” kata Ito, panggilan Fictor Roring.
Ito menambahkan, potensi SM sebetulnya masih sangat besar. ”Artinya, penampilan ini belum 100 persen. Para pemain muda masih terus beradaptasi dan kerja sama masih terus ditingkatkan,” ujarnya.
Pelatih SM Okky Tamtelahitu berujar, skuad SM saat ini sebetulnya sedang tidak sehat. ”Banyak yang cedera. Faisal, misalnya, bisa bermain sangat lama. Sebentar diganti, nanti dia masuk lagi,” ujarnya.
Evaluasi untuk permainan, kata Okky, timnya tetap harus memperkuat pertahanan dan memperbanyak rebound.
Seperti dikatakan Direktur Aspac Irawan ”Kimhong” Haryono, timnya masih di bawah SM dalam hal perolehan angka pada saat kedua tim sama-sama belum terkalahkan. Akan tetapi, Aspac tetap menargetkan menang dalam setiap pertandingan. ”Yang penting bermain habis-habisan,” kata Kimhong.
Okky pun berpendapat sama. ”Kami tidak menargetkan harus sapu bersih di setiap seri. Yang penting bermain sebaik-baiknya dan menang,” katanya.