Alasan Kemanusiaan, Pemkab Trenggalek Tolong Manusia Perahu

Kompas.com - 18/12/2011, 10:09 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten Trenggalek membuka posko pertolongan di Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, untuk memberikan pertolongan kepada 33 warga asing berstatus imigran gelap, yang kapalnya pecah di perairan lepas pantai Trenggalek dan ditolong nelayan Pantai Prigi, Trenggalek. Tim Search and Rescue  Trenggalek bergabung dengan Badan SAR Nasional untuk mencari korban lainnya yang diberitakan jumlahnya  puluhan hingga ratusan orang.

Yoso Mihadi dari Humas Pemkab Trenggalek menjelaskan di Trenggalek, Minggu (18/12/2011), Bupati Trenggalek Mulyadi bersama petinggi kepolisian dan militer setempat langsung memeriksa ke Prigi begitu memperoleh laporan perihal pertolongan terhadap imigran asing itu pada Sabtu (17/
12/2011).

Sekitar pukul 16.00, nelayan menemukan orang-orang asing ini terapung, lalu diangkat dan dibantu untuk mendapatkan pertolongan di Pantai Prigi. "Sejauh informasi yang didapat, mereka hendak ke Australia, berangkat dari Jakarta. Tapi, persisnya bagaimana kami belum mendapat keterangan lebih terperinci," katanya.

Lantaran alasan kemanusiaan, para korban yang jumlahnya 33 orang saat ini ditampung di Aula Pelabuhan Perikanan Pantai Prigi. Satu orang yang sakit dirawat di Puskesmas Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Namun, satu orang lagi yang kondisinya lebih buruk dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, Tulungagung.

Tim Search and Rescue  (SAR) Nasional saat ini diberitakan terus menyisir sekitar pantai untuk mencari korban lain. Adapun yang selamat kini diberi tempat penampungan di aula. Makanan dan pakaian dibantu oleh Pemkab Trenggalek.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau