JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia, Toni Apriliani, menyatakan, hasil Rapat Akbar Sepak bola Nasional (RASN) yang diselenggarakan di Hotel Pullman, Minggu (18/12/2011), akan disampaikan kepada PSSI, AFC, dan FIFA. RASN yang diikuti 452 peserta itu menghasilkan Deklarasi Jakarta Anggota PSSI.
Ada lima poin yang terdapat dalam deklarasi tersebut. Selain pembentukan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia, RASN juga menyatakan bahwa PSSI harus segera melaksanakan kongres luar biasa (KLB) selambat-lambatnya tanggal 30 Maret 2012. "Sebanyak dua per tiga lebih anggota sudah menyerahkan surat pernyataan mosi tidak percaya (kepada kepengurusan PSSI sekarang) dan diminta kepada kami untuk mengadakan KLB. Kami akan serahkan keputusan ini ke PSSI, AFC, dan FIFA, karena ini diinginkan oleh dua per tiga anggota PSSI se-Indonesia yang sudah tidak percaya lagi dengan kepengurusan hasil bentukan Kongres Solo," jelas Toni dalam keterangan pers seusai RASN, Minggu (18/12/2011).
"Ini amanat yang harus dilaksanakan oleh Djohar Arifin selaku Ketum PSSI. Jika tidak digubris PSSI, maka kami akan melayangkan surat ke AFC dan FIFA untuk meminta bantuan," lanjutnya.
Sementara itu, anggota Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia, La Nyalla Mattaliti, mengatakan, PSSI diberi waktu hingga 23 Desember untuk menanggapi. "PSSI silakan memverifikasi apakah surat ini sah (mosi tidak percaya), ini benar atau tidak. Jika PSSI tetap tidak menggubris, maka kami akan jalankan mandat dari suara yang menginginkan adanya KLB," terangnya.
Toni sendiri meyakinkan bahwa surat mosi tidak percaya ini sudah ditandatangani oleh Ketum dan Sekum disertai oleh cap Pengprov dan klub yang bersangkutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang