Kegempaan Krakatau Mengalami Penurunan

Kompas.com - 19/12/2011, 02:49 WIB

CINANGKA, KOMPAS.com — Kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus mengalami penurunan. Namun, Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG masih melarang warga dan turis mendekat ke lokasi sampai radius 2 kilometer.

"Data yang terekam seismograf di pos pemantau pada Jumat, 16 Desember 2011, tercatat 373 kali, sedangkan keesokan harinya atau Sabtu hanya 185 kali," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Anton Tripambudi, Minggu (18/
12/2011).

Dia mengatakan, kegempaan vulkanik sejak satu bulan ini terus mengalami penurunan, tetapi untuk statusnya masih pada level III atau Siaga.

Masih menurut Anton, warga diminta untuk tidak resah dan panik atas apa yang terjadi dengan kondisi Gunung Anak Krakatau.

"Kami menginformasikan kepada warga atau siapa pun untuk tidak panik, apalagi sampai gelisah, karena posisi kita aman sepanjang rekomendasi yang kami buat tidak dilanggar," katanya, menambahkan.

Secara terpisah, salah seorang warga Anyer, Kabupaten Serang, Heru, mengaku tidak terpengaruh dengan kondisi Gunung Anak Krakatau yang terjadi saat ini. "Kalau saya pribadi tidak masalah. Saya tetap mencari ikan di tengah laut, seperti biasanya," kata kodir, salah seorang nelayan Paku, Anyer.

Dia mengatakan, kondisi kegempaan Gunung Anak Krakatau yang saat ini ada pada level III belum membawa dampak yang dirasakan.

"Kalau saya memang mencari ikan dari dulu tidak di dekat Gunung Anak Krakatau, tapi di sekitar Pulau Shanghyang, jadi ikan yang saya peroleh tidak berkurang karena aktivitas  saya tidak terganggu," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau