CINANGKA, KOMPAS.com — Kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus mengalami penurunan. Namun, Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG masih melarang warga dan turis mendekat ke lokasi sampai radius 2 kilometer.
"Data yang terekam seismograf di pos pemantau pada Jumat, 16 Desember 2011, tercatat 373 kali, sedangkan keesokan harinya atau Sabtu hanya 185 kali," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Anton Tripambudi, Minggu (18/
12/2011).
Dia mengatakan, kegempaan vulkanik sejak satu bulan ini terus mengalami penurunan, tetapi untuk statusnya masih pada level III atau Siaga.
Masih menurut Anton, warga diminta untuk tidak resah dan panik atas apa yang terjadi dengan kondisi Gunung Anak Krakatau.
"Kami menginformasikan kepada warga atau siapa pun untuk tidak panik, apalagi sampai gelisah, karena posisi kita aman sepanjang rekomendasi yang kami buat tidak dilanggar," katanya, menambahkan.
Secara terpisah, salah seorang warga Anyer, Kabupaten Serang, Heru, mengaku tidak terpengaruh dengan kondisi Gunung Anak Krakatau yang terjadi saat ini. "Kalau saya pribadi tidak masalah. Saya tetap mencari ikan di tengah laut, seperti biasanya," kata kodir, salah seorang nelayan Paku, Anyer.
Dia mengatakan, kondisi kegempaan Gunung Anak Krakatau yang saat ini ada pada level III belum membawa dampak yang dirasakan.
"Kalau saya memang mencari ikan dari dulu tidak di dekat Gunung Anak Krakatau, tapi di sekitar Pulau Shanghyang, jadi ikan yang saya peroleh tidak berkurang karena aktivitas saya tidak terganggu," ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang