Perampasan mobil rental dengan cara membius pengendaranya terjadi di kawasan Jakarta Barat. Dua dari tiga pelaku komplotan perampasan mobil itu berhasil diringkus Tim Buser Kepolisian Sektor Metro Cipondoh di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Petir, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (18/12),
Dua tersangka yang diringkus adalah Hdr (36) dan Rk (30). Sementara seorang pelaku YE (50) yang merupakan ibu rumah tangga dan otak dari aksi kejahatan itu masih buron.
Informasi yang dihimpun kepolisian, perampasan itu terjadi Kamis (15/12) malam. Ketiga pelaku, Hdr, Rk, dan YE, menyewa mobil Daihatsu Xenia B 1887 TFA dari tempat penyewaan mobil di kawasan Jakarta Timur. Ketiganya kemudian meminta sopir mobil rental, Junaidi (30), mengantarkan mereka ke daerah Pluit, Jakarta Utara. Di tengah perjalanan ketiga pelaku mengajak Junaidi istirahat dan makan bakso di pinggir jalan, tak jauh dari kawasan Pluit, Jakarta Utara.
YE secara diam-diam lalu memasukkan obat bius ke dalam mangkok bakso yang akan dimakan Junaidi. Dalam waktu singkat, Junaidi pun pingsan setelah menyantap bakso.
Menurut Kepala Polsek Metro Cipondoh Komisaris Arlon Sitinjak, setelah melumpuhkan korbannya, ketiga pelaku membuang Junaidi di pinggir jalan. Ketiganya kemudian melanjutkan perjalanan dengan masuk ke Tol Tanjung Priok dan keluar di Cengkareng, Jakarta Barat.
Pemilik rental mobil yang memperoleh informasi mobilnya dirampas langsung melacaknya lewat alat global positioning system (GPS), dan diketahui mobil itu berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, Cipondoh. Dari hasil temuan di GPS itu, kata Arlon, pemilik rental mobil itu langsung melapor ke Polsek Metro Cipondoh.
”Kebetulan mobil rental itu dilengkapi alat GPS oleh pemilik rental mobil itu sehingga mobil itu pun mudah dilacak keberadaannya,” ujarnya.
Di jalan tersebut, Tim Buser berhasil meringkus Hdr dan Rk, sedangkan YE melarikan diri setelah dilacak ke rumahnya di kawasan Jelambar, Jakarta Barat. Suami YE mengaku istrinya tidak pulang sejak hari Kamis.
Menurut Arlon, YE sudah lebih dari dua kali melakukan perampasan mobil. YE selain berperan sebagai otak perampasan, juga menjadi perantara penjualan mobil hasil rampasan ke sejumlah pelanggannya di kawasan Tangerang.
”Kalau ada informasi mobil yang menjadi sasaran perampasan dari kawanannya, YE kemudian menawarkan mobil itu kepada pelanggannya di Tangerang. Jaringan YE di Tangerang sedang kami selidiki,” ujarnya.
Sementara di wilayah Jabodetabek, selama satu tahun ini setidaknya telah terjadi lima kasus perampasan mobil dan truk bermuatan barang dengan berbagai modus. Para pelaku tidak segan melumpuhkan pemilik kendaraan dengan membius dan melukai korban.
Kejadian perampasan itu di antaranya dialami dua juragan ikan, yakni Hazizah (33) dan Mariam (24), yang ditikam sopir pribadinya, Aris (28), di Jalan Jayapura I, Cilincing, Jakarta Utara. Pelaku kemudian membuang kedua majikannya di pinggir jalan, dan membawa lari mobil Toyota Kijang dan uang Rp 4 juta ke Bekasi.
Dua hari kemudian, tepatnya 22 November, Aris yang baru bekerja empat bulan itu diringkus polisi. Kepala Kepolisian Sektor Cilincing Komisaris Tuhana mengatakan, penangkapan itu dilakukan tim gabungan Unit Reserse Mobil Polres Jakarta Utara dan Polsek Cilincing, ”Pelaku ditangkap di kosnya di Tangerang,” kata Tuhana.(MDN)