Obama Larang Putrinya Gunakan Facebook

Kompas.com - 19/12/2011, 10:29 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Barack Obama sangat bergantung pada media sosial sehingga bisa terpilih sebagai presiden Amerika Serikat pada 2008. Namun, dia telah mengakui bahwa dirinya melarang kedua putrinya menggunakan Facebook. Alasannya, dia tidak ingin "orang asing mengetahui urusan kami".

Obama, sebagaimana diberitakan Daily Mail, Sabtu pekan lalu, mengatakan "tidak masuk akal" untuk membeberkan rincian paling pribadi dalam kehidupan keluarganya ke ruang publik. Putri pertamanya, Malia, yang berusia 13 tahun, sudah cukup umur untuk menggunakan Facebook. Adiknya, Sasha, baru berumur 10 tahun. Namun, Obama mengatakan, dirinya telah memutuskan, mereka tidak boleh menggunakan Facebook. Larangan itu berlaku hingga empat tahun ke depan.

Pengakuan Obama itu tampaknya agak ironis mengingat dia sendiri sepenuhnya menggunakan Facebook dan situs-situs lain untuk mendorong kaum muda memilih dia dalam pemilihan presiden—dan untuk meraih jutaan dollar dana kampanyenya. Akibatnya, ia dikenal sebagai "Presiden Media Sosial Pertama".

Halaman Facebook-nya, yang punya 24 juta likes, tetap menjadi bagian penting dari upayanya untuk terpilih kembali dalam pemilihan presiden AS tahun depan. Salah satu dari banyak foto pada halaman itu memperlihatkan Obama berenang di laut dengan salah seorang putrinya.

Dalam sebuah wawancara, Obama menjelaskan pemikiran di balik larangan Facebook itu dengan, "Mengapa kita ingin sejumlah besar orang yang kita tidak tahu (harus) mengetahui urusan kita? Itu tidak masuk akal." Dia menambahkan, "Kami akan melihat bagaimana mereka (anak-anaknya) melewati (larangan) ini dalam empat tahun."

Namun, ia tampaknya memiliki sejumlah keraguan pada awal pekan ini, kata Daily Mail, ketika menggunakan Facebook untuk memublikasikan foto resmi keluarga yang paling baru. Foto itu menunjukkan Obama duduk dengan Ibu Negara Michelle dan kedua putrinya, semua tersenyum lebar. Foto diberikan keterangan, "Foto terbaru keluarga Obama!' Dan sejauh ini mendapat 71.000 'likes' dan 11.000 komentar.

Foto itu dirilis bertepatan dengan masa Natal, tetapi bukan kartu Natal resmi, yang menunjukkan ruang kosong di Gedung Putih dengan anjing keluarga, Bo, berbaring di dekat perapian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau