Grand whiz kuta dibuka

Pasar Perhotelan di Bali Terus Meningkat

Kompas.com - 19/12/2011, 12:32 WIB

KUTA, KOMPAS.com - Pasar perhotelan di Bali terus meningkat. Ini terlihat dari pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan maupun dari jumlah penumpang pesawat terbang. Pemerintah Provinsi Bali tahun ini menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara 2,7 juta orang dan wisatawan nusantara lebih dari 10 juta orang.

"Potensi itu dapat pula disimak dari tren peningkatan jumlah penumpang pesawat terbang di bandara Ngurah Rai, Denpasar. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat dalam 6 bulan pertama 2011 jumlah penumpang pesawat yang lewat Bandara Ngurah Rai mencapai lebih dari 3,54 juta orang," kata Moedjianto Soesilo Tjahjono, Presiden Direktur dan CEO PT Intiwhiz International dalam peresmian Hotel Grand Whiz Kuta Bali, Senin (19/12/2011).

Peresmian Hotel Grand Whiz Kuta dilakukan Cosmas Batubara, Presiden Komisaris Intiland didampingi Moedjianto Soesilo Tjahjono, Presiden Direktur dan CEO PT Intiwhiz International dan Sutrisno Winata Direktur PT Wira Intiland Nusantara, mitra yang membangun Hotel Grand Whiz Kuta.

Menurut Moedjianto, jumlah ini meningkat 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 3,08 juta penumpang. Mempertimbangkan fakta inilah, Intiwhiz optimistis prospek bisnis perhotelan di Bali sangat menjanjikan. Kendati pun tingkat kompetisinya cukup ketat, namun potensi pasarnya mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

“Potensi tersebut bukan hanya dari pasar sektor pariwisata tetapi juga dari kegiatan bisnis. Itu bisa dilihat dari semakin maraknya penyelenggaraan kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) baik tingkat regional maupun internasional,” ujar Moedjianto dalam siaran persnya Senin.

Intiwhiz merupakan anak usaha PT Intiland Development Tbk yang bergerak di bidang hospitality management yang mengelola jaringan Whiz Hotel. Perseroan merupakan operator hotel yang akan mengoperasikan hotel Grand Whiz Kuta Bali.

Grand Whiz Kuta adalah hotel bintang tiga di lokasi strategis, di Jalan Kartika Plaza, Kuta, kawasan wisata utama di Bali. Hanya butuh 10 menit untuk mencapai hotel ini dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar.

Pembukaan hotel ini menambah daftar jumlah hotel dari jaringan Whiz Hotel yang sudah beroperasi hingga saat ini. Intiwhiz sebelumnya mengoperasikan dua hotel yakni Whiz Hotel Semarang pada November 2011 dan Whiz Hotel Yogyakarta di bulan Oktober 2010.

Pembukaan hotel Grand Whiz Kuta menjadi tahapan penting bagi Intiwhiz untuk hadir di pulau Bali. Selain di kawasan Kuta, jaringan Whiz Hotel akan hadir pula di dua kawasan wisata terkemuka lainnya di Bali, yakni di Legian dan Nusa Dua.

“Sebagai salah satu magnet pariwisata dunia, wajar kalau ceruk pasar perhotelan di Bali sangat besar, baik dari domestik maupun internasional. Kami paham kompetisi hotel-hotel di Bali sangat ketat, tapi tingkat kebutuhannya juga terus meningkat,” tutur Moedjianto.

Menurut Moedjianto, Grand Whiz Kuta salah satu hotel di jaringan Whiz Hotel yang dikembangkan dengan skema kerja sama dengan mitra strategis. "Kami ingin mengembangkan jaringan Whiz Hotel bersama-sama investor untuk mencapai sukses bersama-sama,” katanya.

Seiring strategi pengembangan lini bisnis perhotelan, Intiland terus memperluas jaringan Whiz Hotel di sejumlah kota di Indonesia. Strategi pengembangan tersebut ditempuh lewat berbagai skema, seperti kerjasama strategis dengan pemilik tanah, build-operate-transfer (BOT), maupun sebagai manajemen operator hotel.

Intiland berkomitmen menghadirkan jaringan Whiz Hotel di berbagai kota di Indonesia. Whiz Hotel akan hadir di Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Malang, Palangkaraya, Balikpapan, Manado, dan Makasar.

Mengapa Kuta?
Pemilihan lokasi pembangunan hotel di kawasan Kuta, mempertimbangkan kawasan ini merupakan tujuan wisata utama dan salah satu pusat perkembangan pariwisata di Bali. Kuta berkembang menjadi kawasan wisata favorit yang menyediakan berbagai fasilitas seperti hotel, restoran, spa, dan berbagai penyelenggaraan kegiatan hiburan.

Sutrisno Winata menjelaskan, hotel ini menempati lahan seluas 2.000 meter persegi dan terdiri dari dua bangunan setinggi empat dan lima lantai, serta satu lantai basement untuk fasilitas parkir.

Hotel ini menyediakan 135 kamar yang terbagi menjadi tiga tipe yakni standard, deluxe, dan junior suite. Setiap tipe kamarnya memiliki ukuran cukup luas dan dilengkapi beragam fasilitas yang memadai serta jaringan internet nirkabel. Hotel ini dilengkapi pula fasilitas kolam renang, restoran, meeting room, lobby bar, dan spa.

“Kami menyediakan banyak fasilitas tambahan karena menyesuaikan target pasar yang lebih mengarah untuk wisata ketimbang bisnis. Kami yakin Grand Whiz Kuta bisa menjadi salah satu hotel favorit bagi masyarakat yang ingin menginap di kawasan Kuta,” ujarnya.

Sutrisno mengaku senang bisa menjadi bagian dari jaringan Whiz Hotel. Ia yakin di bawah pengelolaan Intiwhiz, Grand Whiz Kuta akan berkembang pesat dan menjadi rujukan bagi para wisatawan yang ingin menginap di kawasan Kuta. Apalagi, selain di Kuta, Intiwhiz juga menghadirkan jaringan Whiz Hotel di kawasan wisata lainnya di Bali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau