Gara-gara "Emoticon", Samsung Kembali Gugat Apple

Kompas.com - 19/12/2011, 13:50 WIB

KOMPAS.com — Perang seputar hak paten antara Samsung dan Apple kembali memanas. Kali ini, Samsung Electronics kembali menggugat Apple di Pengadilan Jerman. Gugatan itu terkait empat klaim paten tambahan yang dilanggar pihak Apple.

Seperti dikutip dari Info World, Samsung baru mendaftarkan gugatan tersebut pada Jumat (16/12/2011) di Pengadilan Negeri Mannheim, Jerman. Putusan akan dirilis pada awal tahun depan. Dua hak paten yang diklaim Samsung adalah yang terkait standar telekomunikasi, dan dua lainnya terkait utilitas atau penggunaan peranti mobile.

Menurut klaim dari Samsung, pihaknya telah memenuhi kewajiban untuk mendaftarkan izin sesuai dengan standar telekomunikasi yang ada. Namun, ternyata Apple dengan tanpa izin menggunakan hak paten dari Samsung, terkait peranti mobile-nya.

Florian Mueller, seorang ahli hak paten, menjelaskan bahwa salah satu hak paten yang dilanggar tersebut adalah tentang cara bagaimana memasukkan emoticon ke dalam sebuah pesan di ponsel. Terkait hal tersebut, pihak pengadilan dan Apple enggan berkomentar lebih lanjut.

Pekan lalu, Pengadilan Negeri Mannheim memutuskan bahwa Apple iPhone dan iPad telah melanggar hak paten Motorola. Atas kesalahannya, pengadilan memutuskan untuk menghentikan penjualan Apple di Jerman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau