Nuklir

Perundingan Korut-AS Tertunda

Kompas.com - 19/12/2011, 16:12 WIB

KOMPAS.com - Kematian pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-il sudah dipastikan menunda perundingan nuklir negeri itu dengan Amerika Serikat. Padahal, sebagaimana warta Yonhap pada Senin (19/12/2011), sesuai rencana, pekan ini, Beijing menjadi tuan rumah perundingan tersebut.

Seorang pejabat Korea Selatan (Korsel) yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan,"Sulit bagi kedua pihak untuk mengadakan pembicaraan di Beijing pekan ini lantaran kematian Kim Jong-il."

Andai terlaksana, pertemuan di Beijing pada Kamis (22/12/2011) ini, adalah pertemuan putaran ketiga kedua pihak. Isi pembicaraan adalah cara-cara melanjutnkan perundingan enam negara mengenai program senjata nuklir Korut. Pertemuan pihak-pihak itu memang sudah lama terhenti,

Media pemerintah Korut mengumumkan pada Senin siang bahwa Kim Jong-Il, 69 tahun, meninggal pada Sabtu. Kementerian luar negeri Korsel dengan segera menempatkan semua misi di luar negerinya dalam status tanggap darurat sejak kematian Kim, kata para pejabat.
   
Wakil Pertama Menteri Luar Negeri Taman Suk-hwan sedang memimpin pertemuan darurat guna membahas tanggapan diplomatik Seoul setelah kematian Kim, kata pihak Korut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau